Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 15.30 WIB

Respons Gempa Bekasi, Periset Kebencanaan Geologi BRIN Sampaikan Analisis Keberadaan Sesar Baribis

Sebanyak 8 Perjalanan kereta cepat whoosh dibatalkan akibat gempa Bekasi, rabu (20/8/2025) malam. (Istimewa) - Image

Sebanyak 8 Perjalanan kereta cepat whoosh dibatalkan akibat gempa Bekasi, rabu (20/8/2025) malam. (Istimewa)

JawaPos.com - Gempa dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (20/8) malam. Guncangan dirasakan cukup kuat dalam beberapa detik. Periset bidang Paleoseismologi, Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Sonny Aribowo menyampaikan gempa Bekasi pada malam hari berpusat pada Sesar Baribis, khususnya di segmen Citarum. Gempa itu muncul karena ada tekanan dari lempeng sisi selatan yang bergerak ke utara, sehingga terjadi pengangkatan lempeng ke atas.

Menurut Sonny, di semua sesar menyimpan potensi gempa, termasuk di Sesar Baribis yang membentang dari timur ke barat dan melewati Jakarta bagian selatan. Untuk potensi besar kecilnya gempa yang dihasilkan, perlu pengkajian lebih lanjut, termasuk lewat pengukuran panjangnya patahan di setiap segmen.

Dia mengatakan sejumlah gempa kecil di patahan Baribis sudah pernah tercatat, begitu pun dengan gempa berkekuatan lebih dari 7 magnitudo. Namun, untuk perulangannya, harus diteliti lebih lanjut. "Misalnya dalam 11.000 tahun terakhir, bagaimana catatan gempanya," kata dia.

Sonny mencontohkan pernah meneliti Sesar Baribis yang berada di sebelah Gunung Tampomas. Dia mengatakan pernah terjadi lima kali gempa besar dalam kurun 5.000 tahun terakhir. "(Potensi gempa di Sesar Baribis) bisa jadi lebih besar, karena menggeser batuan atau endapan cukup besar," katanya.

Dia menegaskan setiap sesar aktif menyimpan potensi gempa. Namun, apakah potensi kekuatan gempa yang dihasilkan besar atau kecil, banyak faktor yang memengaruhi. Masyarakat yang berada di sekitar lintasan sesar aktif tetap harus waspada, tetapi jangan sampai muncul ketakutan karena ada kabar potensi gempa besar di sesar aktif.

"Potensi gempanya apakah besar atau tidak juga tergantung segmennya," katanya. Untuk diketahui, di setiap sesar aktif, selalu terbagi dalam beberapa segmen. Pada Sesar Baribis yang memiliki panjang sekitar 100 km, misalnya, ada segmen Jakarta, Bekasi, Purwakarta, dan Subang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore