Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 00.04 WIB

Gempa Bekasi Magnitudo 4,9 Diikuti 13 Kali Gempa Susulan, BMKG Sebut Pemicunya Segmen Citarum

Sebanyak 8 Perjalanan kereta cepat whoosh dibatalkan akibat gempa Bekasi, rabu (20/8/2025) malam. (Istimewa) - Image

Sebanyak 8 Perjalanan kereta cepat whoosh dibatalkan akibat gempa Bekasi, rabu (20/8/2025) malam. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang Bekasi Rabu (20/8) malam diikuti dengan 13 kali gempa susulan hingga Kamis (21/8). BMKG menyebut pemicunya adalah segmen Citarum.

Bahkan, KCIC sempat menghentikan sejumlah jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh karena earthquake early warning system mendeteksi terjadinya gempa. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menerangkan,  gempa bumi magnitudo 4.9 berpusat di 14 km Tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 Km.

"Gempa ini dirasakan di Purwakarta, Bekasi, Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Pelabuhan Ratu," paparnya. 

Dari data BMKG diketahui terjadi 13 kali gempa susulan paska gempa utama. Untuk gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 3,9 dan terkecil magnitudo 1,7. "Kami minta waspadai gempa susulan," terangnya. 

Menurut dia, gempa yang terjadi di Bekasi tersebut dipicu segmen Citarum, bukan Baribis. "Epicenter gempa semalam ada di selatan segmen Citarum, karena West Java back-arc thrust itu dipping (miring) ke arah selatan, jadi epicenter gempa berada di selatan sesar," ujarnya. 

Di bagian lain, Menurut Sonny semua sesar menyimpan potensi gempa. Termasuk sesar baribis yang membentang dari timur ke barat dan melewati Jakarta bagian selatan itu.

Untuk potensi besar kecilnya gempa yang dihasilkan, perlu pengkajian lebih lanjut. Termasuk lewat pengukuran panjangnya patahan di setiap segmen. 

Dia mengatakan sejumlah gempa kecil di patahan baribis sudah pernah tercatat. Begitupun dengan gempa berkekuatan lebih dari 7 magnitudo.

Tetapi untuk perulangannya, harus diteliti lebih lanjut. "Misalnya dalam 11.000 ribu tahun terakhir, bagaimana catatan gempanya," kata dia. 

Sonny mencontohkan pernah meneliti sesar Baribis yang berada di sebelah gunung Tampomas. Dia mengatakan pernah terjadi lima kali gempa besar dalam kurun 5.000 tahun terakhir.

"(Potensi gempa di sesar baribis) bisa jadi lebih besar. Karena menggeser batuan atau endapan cukup besar," katanya. 

Dia menegaskan setiap sesar aktif menyimpan potensi gempa. Tetapi apakah potensi kekuatan gempa yang dihasilkan besar atau kecil, banyak faktor yang memengaruhi.

Masyarakat yang berada di sekitar lintasan sesar aktif tetap harus waspada. Tetapi jangan sampai muncul ketakutan karena ada kabar potensi gempa besar di sesar aktif. 

"Potensi gempanya apakah besar atau tidak juga tergantung segmennya," katanya. Untuk diketahui di setiap sesar aktif, selalu terbagi dalam beberapa segmen.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore