Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 21.31 WIB

Pecatan Korps Marinir yang Jadi Tentara Rusia Satria Aria Kumbara Minta Pulang ke Indonesia, Ini Kata KSAL Muhammad Ali

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL)

JawaPos.com - Satria Aria Kumbara, mantan prajurit Korps Marinir TNI AL yang memutuskan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia meminta dipulangkan ke Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pun buka suara. 

Ali menegaskan bahwa Satria sudah dipecat dari TNI AL sejak lama. Dia menjadi desertir karena berturut-turut tidak berdinas.

Sidang yang dilaksanakan oleh pengadilan militer untuk menghukum Satria juga sudah dilakukan. Sehingga yang bersangkutan kini tidak ada kaitannya dengan Angkatan Laut. 

”Jadi, sudah bukan anggota Angkatan Laut lagi. Tidak ada lagi hubungan dengan Angkatan Laut. Mungkin ini lebih tepat nanti kebijakannya bisa ditanyakan kepada Kementerian Luar Negeri,” kata dia. 

Sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Undang-Undang (UU) Kewarganegaraan, Satria otomatis kehilangan kewarganegaraan Indonesia sejak menekan kontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

Sebab, aktivitasnya sebagai tentara Rusia yang berperang melawan Ukraina tidak sesuai aturan Indonesia

”Karena sudah tidak diakui lagi kewarganegaraannya karena bergabung dengan militer asing, itu kan ada aturannya, (bergabung dengan) militer asing nggak boleh ya. Tanpa izin atau keluar dari kewarganegaraan. Jadi, itu sudah tanggung jawabnya mungkin lebih kepada Kementerian Luar Negeri,” jelasnya. 

Sebelumnya, Satria melalui akun media sosialnya @zsorm689 menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan meminta agar dipulangkan ke Indonesia. 

”Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila (atas) ketidaktahuan saya, saya menandatangani kontrak dengan menteri pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya. Mohon izin bapak, saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali, karena saya niatkan untuk datang ke sini hanya untuk mencari nafkah,” ujar Satria dalam unggahan tersebut. 

Pria yang pernah berdinas di Inspektorat Jenderal (Itjen) Korps Marinir itu menyampaikan bahwa saat berangkat ke Indonesia, dia pamit dan memohon doa restu dari ibunya.

Namun, pencabutan kewarganegaraannya oleh Pemerintah Indonesia dinilai tidak sebanding dengan apapun yang dia dapatkan selama bergabung dengan tentara Rusia

”Dengan ini, saya memohon kebesaran hati Bapak Prabowo Subianto, Bapak Gibran, Bapak Sugiono, mohon kebesaran hati bapak untuk membantu mengakhiri kontrak saya tersebut dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia,” harap Satria. 

Menurut dia, yang bisa mengakhiri kontrak itu hanya Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kementerian Pertahanan Rusia.

Dia menegaskan, kewarganegaraan Indonesia adalah segala-galanya dan merupakan hal yang tidak ternilai bagi dirinya. Karena itu, dia juga meminta bantuan agar videonya diteruskan sampai kepada admin Partai Gerindra. 

”Mohon izin, mohon bantuan teman-temen semua minta tolong diteruskan ke admin Gerindra agar disampaikan kepada beliau. Jujur saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya adalah segala-galanya dan tidak pernah ternilai harganya,” kata dia. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore