
Berbagai elemen pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Berbagai elemen pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/7). Dalam aksinya, mereka menyuarakan tiga tuntutan, salah satunya menolak status buruh.
Aksi itu diikuti oleh para mitra pengemudi dari berbagai platform ojol, di antaranya atribut seragam berwarna hijau, kuning, dan hitam.
Jenderal Lapangan URC, Achsanul Solihin alias Bang Batman, menjelaskan aksi ini merupakan suara hati para pengemudi ojol yang merasa terusik oleh sejumlah wacana kebijakan yang dinilai merugikan.
Ia menegaskan para pengemudi ojol menolak status sebagai buruh atau pekerja tetap, karena hal itu dianggap menghilangkan kebebasan mereka dalam mengatur waktu kerja.
“Kami bukan karyawan, kami mitra yang bebas mengatur jam kerja. Menjadi pekerja tetap berarti kehilangan kebebasan itu,” kata Achsanul Solihin di Jakarta Pusat, Kamis (17/7).
Para pengemudi ojol menolak rencana penurunan komisi aplikator menjadi 10 persen. Menurutnya, skema potongan 20 persen yang berlaku saat ini masih dianggap adil dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
“Jika diturunkan menjadi 10 persen, dikhawatirkan akan ada penyesuaian lain yang merugikan mitra, seperti penurunan insentif atau tarif dasar,” ujarnya.
Tuntutan ketiga, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) khusus yang mengatur secara tegas posisi hukum dan perlindungan bagi para pengemudi ojol di Indonesia.
“Kami mendesak Presiden Prabowo menerbitkan Perppu khusus untuk ojol, agar ada payung hukum yang jelas bagi pengemudi,” tegasnya.
Achsanul juga menyoroti suara para pengemudi ojol tidak berasal dari ruang-ruang rapat, melainkan langsung dari jalanan, dari pengalaman dan keresahan yang mereka alami sehari-hari.
“Aksi ini lahir dari keresahan nyata di jalanan, bukan agenda politik atau pesanan pihak tertentu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Achsanul menyatakan akan terus menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah tidak memberikan respons yang konkret terhadap aspirasi para pengemudi ojol.
“Kami tidak anti regulasi, tapi kami menuntut regulasi yang berpihak dan realistis. Slogan kami jelas: Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol," pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
