
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memwisuda taruna AAL dan STTAL di Surabaya, Kamis (10/7). (Dok. Bagpen AAL)
JawaPos.com - Sebanyak 433 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) menjalani wisuda dan penutupan pendidikan (tupdik) pada Kamis (10/7). Wisuda dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dengan telah diwisuda para taruna yang menjadi perwira TNI AL itu berhak menyandang gelar sarjana terapan pertahanan S.Tr (Han). Mereka terdiri atas lima Program Pendidikan. Rinciannya, 192 taruna merupakan lulusan Angkatan ke-70 dengan program pendidikan empat tahun dan 241 taruna Angkatan ke-71 telah menyelesaikan program pendidikan tiga tahun.
”Ini model pendidikan yang mulai diterapkan tahun ini dan akan menjadi sistem tetap AAL ke depannya,” kata Ali Kamis (10/7).
Dia menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern bagi para perwira TNI AL di masa depan. "Ke depan, teknologi informasi dan sistem senjata modern menjadi prioritas utama dan harus mampu menguasainya,” tegasnya.
KSAL mengapresiasi capaian para taruna, termasuk skripsi dalam bentuk tugas akhir yang inovatif. Beberapa taruna diketahui mengembangkan drone tempur jarak dekat dan sistem pertahanan berbasis siber.
Sementara itu, pada sore harinya KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali juga hadir memimpin Upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda program Magister, program Sarjana dan program Diploma 3 di Auditorium Gedung Pulau Marore, Kampus Prajurit Teknokrat STTAL.
”Ada 99 mahasiswa yang lulus dari STTAL ya, ada dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” katanya. Ali mengapresiasi inovasi dan tugas akhir dari para mahasiswa STTAL kali ini. Bagi orang nomor satu di TNI Angkatan Laut itu, inovasi yang ada merupakan modal penting kedepannya.
”Khususnya untuk pengembangan alutsista di medan tugas masing-masing ya,” ungkapnya. Bagi dia, inovasi yang sudah diciptakan ini dapat dikembangkan lagi dengan penguatan teknologi yang ada. Pengembangan itu, kata dia dapat dilakukan bersama mitra baik di dalam dan luar negeri untuk mempercepat proses pengembangan dan transfer teknologi.
”Saat ini sistem tanpa awak seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle), USV (Unmanned Surface Vehicle), dan UUV (Unmanned Underwater Vehicle) semakin penting dalam peperangan modern,” papar Ali. Dia berharap riset dan pengembangan di STTAL dapat menghasilkan prototipe yang siap diuji dan diadopsi TNI AL.
Dia menyampaikan tentang tantangan pertahanan global ke depan, berkaca dari konflik di Ukraina, Timur Tengah, dan Asia Selatan. Situasi itu menunjukkan kekuatan teknologi seperti sistem siber, drone tempur, dan senjata otomatis menjadi kunci dalam peperangan. ”Harapan kami semua dapat dikembangkan untuk kemajuan alutsista dan lain sebagainya,” harapnya. (zam)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
