
Battlefield Management System (BMS) CY-16 H sebagai salah satu alutsista buatan industri pertahanan dalam negeri tampil di Indo Defence 2025. (Hariff Defense).
JawaPos.com - Indo Defence 2024 menjadi panggung kolaborasi bagi produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) lokal dan luar negeri. Mereka berkolaborasi dengan tujuan memperkuat kapabilitas pertahanan nasional. Salah satunya Hariff Defense, perusahaan yang membuat Battlefield Management System (BMS) CY-16 H. Mereka bekerja sama dengan perusahaan asal Turkiye, BMC.
Dalam helatan Indo Defence 2024 yang berlangsung pada 11-14 Juni 2025, mereka berkolaborasi lewat kontrak pengadaan Multipurpose Armoured Vehicle (MPAV). Kontrak tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Indonesian Defense and Security Technologies (IDST) dengan BMC. IDST merupakan perusahaan industri pertahanan (inhan) yang menjadi mitra strategis Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam pengembangan industri pertahanan nasional.
”Kerja sama ini adalah bentuk kontribusi kami dalam membangun ekosistem pertahanan yang lebih tangguh dan adaptif, serta menunjukkan bahwa produk dalam negeri memiliki kapabilitas dan nilai saing tinggi,” kata President Director Hariff Defense Adi Nugroho pada Rabu (11/6).
Menurut Adi, kerja sama antara Hariff Defense dengan BMC yang dikenal oleh dunia melalui kendaraan tempur (ranpur) Kirpi tersebut merupakan tonggak penting dalam sinergi antara inhan dalam negeri dengan mitra internasional. Bukan hanya membuktikan kemampuan teknologi lokal untuk bersaing di kancah global, kerja sama itu menegaskan dukungan percepatan modernisasi alutsista TNI.
Sebagaimana telah diketahui oleh publik, BMS CY-16 H adalah digitalisasi manajemen pertempuran. Alat tersebut berfungsi untuk memantau seluruh data perencanaan dan dinamika medan operasi dengan mudah. Saat ini BMS CY-16 H sudah diimplementasikan pada kendaraan-kendaraan tempur dan taktis milik TNI AD seperti Tank Leopard, Medium Tank Pindad, Anoa, dan Pandur.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membuka secara langsung Indo Defence 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo). Dia juga sempat meresmikan alutsista baru buatan PT Pindad, menyaksikan penandatanganan kontrak kerja sama dengan nilai mencapai Rp 33 triliun, dan berkeliling ke berbagai booth produsen alutsista lokal dan luar negeri didampingi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Di hadapan Presiden Prabowo, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa Indo Defence 2-24 diikuti oleh 1.180 peserta eksibisi dari 42 negara sahabat. Acara itu 659 perusahaan asing dan 521 produsen dari dalam negeri. Berbagai alutsista buatan dalam dan luar negeri dipamerkan dalam event tersebut.
”Secara khusus dilaporkan kepada bapak presiden, dalam Indo Defence banyak produksi yang mulai diawaki oleh generasi putra putri anak bangsa yang memiliki semangat nasional (sebagai) teknokrat Indonesia. Ini menunjukkan era kebangkitan generasi teknokrat modern di Indonesia,” kata dia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
