Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 20.54 WIB

Evaluasi Total Pemusnahan Amunisi, TNI AD Bakal Gunakan Robot Bomb, Tak Akan Lagi Libatkan Masyarakat

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan evaluasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa. (TNI AD) - Image

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan evaluasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa. (TNI AD)

JawaPos.com - Mabes TNI AD memastikan bakal melakukan evaluasi total terhadap pemusnahan amunisi. Mereka tidak akan lagi melibatkan masyarakat. Termasuk untuk urusan administrasi dan pekerjaan-pekerjaan ringan lainnya. Angkatan Darat bakal menggunakan seluruh sumber daya yang mereka punya. Termasuk peralatan seperti robot bomb. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana usai rapat bersama Komisi I DPR pada Senin (26/5). Dia menyampaikan bahwa insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 12 Mei lalu menjadi bahan evaluasi oleh instansinya. Mereka akan memperketat proses disposal amunisi yang sudah tidak lagi digunakan. 

”Ke depan kami akan yakinkan lagi, kami akan evaluasi betul semua jajaran kami yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sama ataupun kegiatan-kegiatan berisiko lainnya untuk tidak melibatkan masyarakat, bahkan pada poin kegiatan administrasi sekalipun,” kata Wahyu. 

Menurut dia itu sesuai dengan arahan dan perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Mereka akan total menggunakan satuan-satuan TNI AD dalam proses pemusnahan amunisi. Mulai polisi militer, petugas medis, peralatan, perbekalan, hingga angkutan. Sehingga semua tugas dan pekerjaan dilakukan oleh prajurit TNI AD

”Penyiapan logistik untuk personel kami yang bermalam di lapangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan penghancuran itu dilaksanakan oleh satuan perbekalan dan angkutan, tidak perlu melibatkan masyarakat. Ada juga pelibatan satuan zeni nantinya dalam kegiatan penghancuran itu,” imbuhnya. 

Dengan perlengkapan yang mereka miliki seperti blanket bomb, robot bomb, dan EOD atau penjinak bahan peledak, satuan Zeni TNI AD dipastikan dapat membantu proses pemusnahan amunisi.  Tidak hanya itu, pengamanan lokasi pemusnahan amunisi juga akan semakin ketat. Melibatkan satuan kewilayahan dan satuan lainnya. 

”Kepala Staf Angkatan Darat juga sudah menyampaikan bahwa kami akan meminimalisir betul penggunaan personel dalam kegiatan-kegiatan risiko,” kata dia. 

Misalnya penggalian lubang, kedepan bakal menggunakan alat berat. Pemindahan amunisi atau bahan peledak ke lokasi penghancuran akan menggunakan robot bomb. Semua langkah evaluasi tersebut dilakukan demi menghindari insiden ledakan serupa terjadi di kemudian hari. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore