Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 16.58 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Maaf Terkait Pembinaan Siswa Nakal di Barak Militer: Dari Pada Cuma Wacana

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pesan kepada siswa dan orang tua usai pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Instagram @dedimulyadi71). - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pesan kepada siswa dan orang tua usai pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Instagram @dedimulyadi71).

JawaPos.com - Sebanyak 273 siswa dan siswi di Jawa Barat (Jabar), angkatan awal yang menjalankan program pembinaan di barak militer telah rampung melaksanakan kegiatan tersebut. Terkait hal tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta maaf jika dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan.

Sebanyak 273 siswa SMA dari berbagai sekolah selesai menjalani pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan sudah kembali bertemu orang tua masing-masing. 

Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada para orang tua yang saat ini telah bertemu kembali dengan anak-anak mereka setelah terpisah karena sekitar dua pekan menjalani pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. 

"Untuk seluruh orang tua yang hari ini bisa kembali bersama anak-anaknya setelah hampir dua pekan terpisah semoga anak-anak yang sekarang kembali ke pangkuan ibu dan ayahnya semakin tumbuh dengan kultur dan karakter yang baru," ujar Dedi dalam keterangannya melalui Instagram @dedimulyadi71.

Dedi Mulyadi meminta agar para orang tua tidak menyia-nyiakan buah hati mereka yang memiliki masa depan. "Sayangi mereka dengan penuh cinta, jangan pernah menyia-nyiakan mereka karena setiap anak berhak atas masa depannya," imbuhnya.

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, ada 13 siswa yang menjadi anak angkat dirinya karena berbagai alasan seperti orang tuanya telah tiada, ada yang bekerja di luar negeri menjadi TKI hingga ada yang sudah bercerai.

Kepala daerah kelahiran Subang tahun 1971 itu lalu meminta maaf jika apa yang dilakukannya ada kekurangan. Menurutnya, lebih baik demikian ketimbang cuma wacana.

"Tidak akan pernah ada sempurna pasti ada kekurangan, tetapi memulai jauh lebih baik dibanding kita hanya bermimpi dengan wacana dan kajian akademis yang tidak pernah berakhir, untuk itu saya mohon maaf atas berbagai kekurangan yang kami miliki dan seluruh kekurangan itu akan terus kami sempurnakan," ujar Gubernur Jawa Barat itu.

Dedi melanjutkan, tidak ada kesempurnaan dalam sebuah kegiatan, tetapi kesempurnaan itu akan lahir melalui kerja keras dan terus memperbaiki diri dari sebuah kesalahan serta jauh lebih baik dibanding tidak pernah melakukan apa-apa.

"Semoga kinerja yang dilakukan untuk mendidik anak-anak bangsa, kinerja ketulusan yang keluar dari hati karena kegiatan yang dibangun dengan rasa maka akan melahirkan cinta, cinta akan melahirkan spirit bagi nasionalime bangsa," tegas Dedi Mulyadi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore