Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyatakan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional kepada Marsinah, belum bisa direalisasikan pada tahun ini. Menurutnya, waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh tahapan proses yang diperlukan.
"Oh iya (belum tahun ini) waktunya tidak memungkinkan. Karena harus melalui proses kan, tetap harus melalui proses normal," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).
Ia menjelaskan, proses pengajuan gelar pahlawan nasional harus dimulai dari bawah dan memerlukan keterlibatan masyarakat.
"Diproses oleh masyarakat, didiskusikan, lalu diserahkan ke bupati/wali kota dengan tim daerahnya, tim gelar pahlawan daerah," ujarnya.
Menurutnya, partisipasi aktif dari berbagai elemen lokal menjadi bagian penting dari mekanisme pemberian penghargaan tersebut. Setelah melalui tingkat kabupaten/ kota, usulan tersebut juga harus mendapat persetujuan di tingkat provinsi.
"Setelah itu juga gubernur sama, buat tim juga," jelas Gus Ipul.
Melalui mekanisme itu yang nantinya akan menilai kembali kelayakan usulan sebelum diserahkan ke pemerintah pusat. Setelah melewati tahapan-tahapan itu, barulah Kementerian Sosial membawa usulan itu ke Dewan Gelar.
"Langsung kementerian sosial, nanti kita ke dewan gelar," tegasnya.
Adapun, usulan pemberian gelar terhadap aktivis buruh Marsinah datang dari Presiden Prabowo Subianto, saat gelaran Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas, Jakarta, pada Kamis (1/5). Prabowo dalam sambutannya berjanji akan memberikan gelar pahlawan kepada Marsinah.
Menurutnya, rencana pemberian gelar terhadap Marsinah datang dari para kaum buruh.
"Mereka sampaikan pak bagaimana kalau Marsinah jadi pahlawan nasional. Asal seluruh pimpinan buruh sepakat, saya akan dukung marsinah jadi pahlawan nasional," ungkap Prabowo saat itu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
