Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 23.09 WIB

Gus Ipul Kutuk Keras Kasus Asusila di Ponpes Pati: Jangan Jadikan Agama Sebagai Kedok!

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengecam keras dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan pondok pesantren Ashari terhadap santriwatinya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Gus Ipul menegaskan, pesantren seharusnya menjadi benteng moral dan ruang aman bagi anak-anak untuk menimba ilmu agama, bukan justru menjadi lokasi tindakan bejat.

"Kami tidak hanya berhati-hati, kami mengecam keras, kami kecewa, kami sungguh-sungguh mengutuk ada pesantren dijadikan kedok," ujar Gus Ipul, Jumat (8/5).

Kirim Tim Asesmen ke Pati
Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim ke lapangan. Fokusnya ini adalah memberikan perlindungan maksimal dan pendampingan bagi korban serta keluarganya.

Menurut Gus Ipul, penanganan dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati dan bertahap guna menjaga kondisi psikologis korban.

"Kita asesmen, nanti kita lakukan pembicaraan lebih lanjut dengan keluarganya dan kira-kira apa yang bisa kita berikan dukungan dalam rangka pemberdayaan. Jadi, tim dari Kemensos sudah ada di sana dan kita sedang melakukan dialognya secara bertahap," jelasnya.

Fasilitas Pemulihan dan Trauma Healing Disiapkan
Kemensos tidak hanya memberikan pendampingan sesaat. Gus Ipul memastikan layanan psikososial dan residensial telah disiapkan di wilayah Pati untuk mempercepat pemulihan mental maupun fisik para korban.

Selain penanganan trauma, Gus Ipul menyoroti pentingnya akurasi data. Ia menilai kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem pendataan harus diperkuat agar pemerintah bisa merespons lebih cepat di masa mendatang.

"Di sinilah pentingnya pendataan yang kemudian nanti kita jadikan dasar memberikan dukungan, bantuan atau intervensi yang bisa dilakukan oleh pemerintah atau juga oleh filantropi, lembaga non-government. Jadi kita bisa tahu lebih cepat dan bertindak lebih cepat jika memiliki data yang lebih akurat," ujarnya.

Terkait kondisi ekonomi keluarga korban, Kemensos berencana menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pengukuran guna menentukan intervensi kebijakan yang tepat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore