Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 22.42 WIB

Hindari 7 Jebakan Keuangan Ini untuk Mewariskan Kekayaan yang Berkelanjutan

Tips mengatur keuangan finansial pasca libur lebaran

JawaPos.com-Membangun kekayaan yang bisa mewariskannya bukan soal hoki. Ini soal strategi, kebiasaan bijak, dan pilihan keuangan yang tepat. Banyak orang berpikir bahwa mengumpulkan uang semata-mata soal menambah penghasilan, padahal menghindari pengeluaran yang salah bisa jadi kunci utama.

Kalau Anda serius ingin mewariskan stabilitas finansial untuk anak-cucu, penting untuk tahu mana saja ‘lubang’ keuangan yang perlu dihindari.

Inilah 7 jebakan uang yang biasanya dijauhi oleh orang-orang yang fokus membangun kekayaan lintas generasi, dikutip dari Geediting, Selasa (20/5).

1. Belanja Tanpa Pikir Panjang

Orang sukses tahu betul kalau belanja impulsif adalah musuh utama keuangan sehat. Sekali-dua kali jajan mendadak mungkin terlihat sepele, tapi kalau dilakukan terus-menerus, jumlahnya bisa bikin tabungan jebol.

Alih-alih membeli karena tergoda, mereka memilih menunda keinginan sesaat demi tujuan jangka panjang. Setiap uang yang tidak dihamburkan hari ini bisa jadi fondasi kekayaan di masa depan. Jadi, mulai sekarang, biasakan bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar butuh ini?”

2. Gaya Hidup Mewah yang Tidak Perlu

Banyak orang terjebak dengan pemikiran bahwa barang mewah menandakan kesuksesan. Mobil mahal, gadget terbaru, hingga rumah berlebihan kerap dibeli hanya demi penampilan. Padahal, barang-barang ini nilainya terus turun dan justru membebani finansial.

Orang-orang yang membangun kekayaan jangka panjang lebih memilih mengalokasikan uang ke investasi yang nilainya naik, seperti properti atau saham. Mereka sadar bahwa tampilan luar bukan segalanya, dan bahwa nilai sejati adalah aset yang terus bertumbuh.

3. Utang dengan Bunga Selangit

Kartu kredit dan pinjaman cepat memang praktis, tapi bunganya bisa menyiksa. Suku bunga tinggi bisa bikin utang makin menggunung, bahkan tanpa kamu sadari. Ujung-ujungnya, sebagian besar penghasilan hanya habis buat bayar bunga, bukan pokok utangnya.

Mereka yang fokus membangun kekayaan tahu bahwa utang berbunga tinggi harus segera dibereskan. Mereka juga hati-hati sebelum berutang dan hanya akan berani ambil pinjaman kalau memang bisa mendatangkan pemasukan atau aset jangka panjang.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore