Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 03.21 WIB

Benarkah Bumi Pernah Dihantam Meteor Raksasa 4 Kali Gunung Everest? Ini Bukti dan Dampak Ilmiah dari Ahli Geologi

Ilustrasi meteor raksasa. (Pexels) - Image

Ilustrasi meteor raksasa. (Pexels)

JawaPos.comApa yang terjadi jika meteor raksasa sebesar 4 kali Gunung Everest menabrak bumi? 

Mengutip dari The Harvard Gazette, sekitar 3,26 miliar tahun lalu, sebuah meteorit berukuran empat kali Gunung Everest menghantam Bumi, memicu tsunami raksasa dan mengubah kondisi atmosfer serta lautan. 

Bukti tabrakan purba ini ditemukan di Barberton Greenstone Belt, Afrika Selatan, dan tengah diteliti oleh ahli geologi Nadja Drabon dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet Harvard.

“Bayangkan Anda berdiri di lepas pantai Cape Cod, di perairan dangkal yang tenang. Tiba-tiba, tsunami besar datang dan mengoyak dasar laut,” kata Drabon.

Atmosfer Menggelap dan Permukaan Laut Mendidih

Dalam penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, tim Drabon menemukan, meteorit bernama “S2” yang memicu tsunami besar yang mencampur isi laut dan membawa puing-puing dari daratan ke wilayah pesisir.

Panas dari tumbukan menyebabkan lapisan atas laut mendidih dan memanaskan atmosfer. Atmosfer lalu tertutup debu tebal, yang menghentikan sementara aktivitas fotosintesis.

Hingga beberapa ribu tahun kemudian terbentuk lapisan sedimen kaya zat besi dan pertumbuhan massal mikroorganisme.

Kehidupan Mikroba Pulih dan Tumbuh Pesat

Bakteri mampu bertahan, dan tak lama setelah tumbukan, terjadi lonjakan populasi mikroorganisme uniseluler yang bergantung pada fosfor dan zat besi. 

Zat besi kemungkinan besar berasal dari laut dalam yang teraduk tsunami, sedangkan fosfor datang dari meteor itu sendiri dan meningkatnya pelapukan di darat. 

Drabon mencatat bahwa bakteri pemakan besi berkembang pesat setelah tumbukan, “Kami menganggap peristiwa tumbukan sebagai bencana bagi kehidupan”. 

“Namun studi ini menunjukkan bahwa tumbukan seperti ini justru membawa manfaat bagi kehidupan, khususnya pada masa-masa awal, dan mungkin memungkinkan kehidupan untuk berkembang.”

Penelitian Lanjutan di Barberton Greenstone Belt

Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa sampel batuan dari wilayah Barberton, sentimeter demi sentimeter. 

Tanda-tanda kimia dan lapisan sedimen membantu tim Drabon menyusun kembali peristiwa besar tersebut.

Wilayah Barberton Greenstone Belt menyimpan setidaknya delapan jejak tumbukan meteorit, termasuk S2. Drabon dan timnya berencana melanjutkan penelitian di kawasan ini.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore