
Proses pencarian dan identifikasi tentara atau Angkatan Bersenjata AS yang diduga hilang di Morotai sejak Perang Dunia II. (Kedubes AS)
JawaPos.com - Tim Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk Pencarian dan Identifikasi Tentara yang Hilang atau Tawanan Perang (the Defense POW/MIA Accounting Agency/DPAA) tengah mencari personel militer eks Perang Dunia II, yang diduga hilang di Morotai, Maluku Utara.
Lewat keterangan resmi dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS, disampaikan bahwa misi investigasi tersebut sudah selesai. Pihak AS dibantu dan mendapat dukungan dari TNI dalam menyelesaikan tugas tersebut.
Mereka telah mewawancarai 25 orang dan melakukan lebih dari 10 survei arkeologi. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi berharga yang dapat membantu menemukan anggota Angkatan bersenjata AS yang hilang.
Misi tersebut merupakan bagian dari upaya DPAA untuk menemukan dan mengidentifikasi jenazah anggota angkatan bersenjata AS yang hilang.
Di Morotai, tim tersebut meneliti bukti sejarah, melakukan survei lapangan, dan melibatkan penduduk setempat untuk mengidentifikasi lokasi yang dinilai potensial.
”Misi ini tidak hanya menyoroti komitmen kami kepada keluarga korban yang hilang, tetapi juga menunjukkan eratnya kemitraan berkelanjutan kami dengan Indonesia,” kata Sersan Satu Angkatan Darat AS Blake Garab lewat keterangan resmi tersebut dikutip Kamis (15/5).
Sersan Garab merupakan pemimpin misi investigasi tersebut. Dia menyampaikan terima kasih karena mendapat dukungan dalam menjalankan misi. Termasuk dukungan yang diberikan oleh masyarakat setempat di Morotai.
”Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat setempat dan Kedutaan Besar AS saat kami berupaya memenuhi kewajiban mulia misi ini,” jelasnya.
Selama kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II, Morotai memainkan peran strategis. Morotai menjadi pangkalan utama bagi pasukan Sekutu sejak 1944.
Puluhan tahun kemudian, kawasan itu tetap menjadi lokasi penting dalam pencarian personel AS yang belum kembali.
DPAA menjalankan misi serupa di seluruh dunia. Mereka mendapat dukungan dari negara tuan rumah dan masyarakat setempat.
Salah satu misi mereka adalah menyediakan catatan selengkap mungkin tentang anggota angkatan bersenjata Amerika yang hilang. Total ada lebih dari 72 ribu warga AS masih belum diketahui keberadaannya sejak Perang Dunia II.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
