
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Tangkapan layar Youtube)
JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan persoalan premanisme tidak hanya meresahkan masyarakat atau investor. Presiden Prabowo Subianto juga disebut mengalami perasaan yang sama.
"Jadi pak presiden, pemerintah, betul-betul resah," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/5). Presiden, kata Pras, meminta tidak boleh aksi-aksi premanisme.
Apalagi yang dibungkus dengan organisasi tertentu atau mengatasnamakan organisasi masyarakat. Sebab, itu tidak menciptakan iklim perusahaan yang kondusif.
Karena itu lanjut Pras, Presiden sudah berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan Kapolri untuk mencari jalan keluar.
"Terutama pembinaan terhadap teman-teman ormas supaya tidak mengganggu iklim perusahaan dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat," jelasnya.
Meski mengutamakan pembinaan, pemerintah tidak segan untuk memproses secara pidana jika aksi oknum anggota ormas itu sudah menjurus kriminal.
"Kalau memang ditemukan tindak-tindak pidana ya sanksi, kan begitu. Apalagi kalau sampai tingkat tindak pidananya ya dianggap itu sudah tidak bisa ditoleransi, ya tidak menutup kemungkinan," pungkasnya.
Dia menegaskan, fungsi dan aturan sanksi sudah ada. Pembinaan di Kementerian Dalam Negeri kalau itu berada di daerah-daerah. Sementara tindak kriminal menjadi domain polisi.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
