
Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Bagong Suyanto menyoroti usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal KB Vasektomi jadi syarat bansos. (Dokumentasi Humas Unair).
JawaPos.com - Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Bagong Suyanto menyoroti usulan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menjadikan KB Vasektomi sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, syarat Vasektomi mencerminkan bentuk relasi kuasa yang timpang. Negara seolah merasa memiliki hak untuk mengatur tubuh masyarakat miskin dengan dalih pemberian bantuan.
"Pendekatan semacam itu cukup berbahaya, karena berpotensi menjadikan bantuan sosial sebagai alat kontrol terhadap kehidupan biologis warga," tutur Prof Bagong di Surabaya, Kamis (8/5).
Dekan FISIP Unair menilai dari sisi psikososial, syarat bansos dengan vasektomi ala Gubernur Jabar, bisa memicu tekanan psikologis dan beban mental bagi masyarakat yang membutuhkan bansos.
“Jika negara mengatur pilihan reproduksi, masyarakat akan merasa tertekan. Apalagi jika mereka berada dalam posisi ekonomi yang lemah dan tidak memiliki pilihan lain (bergantung pada bansos),” imbuhnya.
Prof Bagong menilai usulan vasektomi sebagai syarat bansos bermasalah karena memaksakan kuasa negara atas tubuh warga miskin, melanggar hak individu, dan tidak semestinya diberlakukan secara paksa.
“Vasektomi ini hal yang boleh dilakukan, terutama untuk mengajak laki-laki berpartisipasi dalam program keluarga berencana. Tapi tidak tepat jika dijadikan syarat bansos," seru Prof Bagong.
Menurutnya, pendekatan yang bersifat edukatif dan insentif lebih bisa diterima oleh masyarakat. Prof Bagong lantas menyarankan pengendalian penduduk tetap dilakukan dengan prinsip keadilan dan menghormati kebebasan individu.
“Saya lebih setuju jika negara memberikan insentif dan melakukan sosialisasi yang menyeluruh, sehingga masyarakat benar-benar paham manfaat program KB, tanpa melanggar hak dasar warga atas tubuh," tukasnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
