
Curhat orang tua ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai kelakuan nakal anaknya. (Instagram/Dedi Mulyadi).
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kini menerima secara langsung aduan masyarakat di kediamannya. Beberapa yang datang curhat mengenai melakukan nakal anak mereka.
Anak nakal di wilayah Jawa Barat memang menjadi concern Dedi Mulyadi untuk mendapatkan penanganan khusus. Program pembinaan terhadap anak nakal juga sudah disiapkan dan berjalan, yakni memasukkan mereka ke barak militer untuk dibina.
Yang terbaru, ada orang tua, nangis-nangis datang mengadu ke Dedi Mulyadi mengenai tingkah laku anak mereka. Masih di bawah umur, bahkan anak tersebut sudah mencuri mobil milik tetangganya.
Melalui konten yang dibagikan di Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menerima aduan orang tua tersebut. Kedua orang tua tersebut merupakan warga Cicendo, Kota Bandung, menyampaikan bahwa sang anak berusia 13 tahun merupakan lulusan SD dan tidak mau meneruskan sekolah itu kerap mencuri bahkan hingga dilaporkan ke polisi.
Anak tersebut kedapatan mencuri mobil hingga ditemukan ke Cianjur dan sempat dibawa ke kantor polisi. Lantaran sang anak di bawah umur dan mobil sudah kembali ke pemiliknya, masalah itu pun telah diselesaikan.
Kepada Gubernur Jawa Barat itu, orang tua si anak itu menceritakan perilaku buruk buah hatinya yang kini menghilang tak kunjung pulang ke rumah. Bukannya berhenti nakal setelah mencuri mobil dan diamankan polisi, dia malah makin jadi.
"Anaknya gak ada lagi, gak tahu, pergi lagi udah beberapa hari," kata ayah dari anak tersebut kepada Gubernur Jawa Barat itu.
Selama ini anak tersebut dikenal nakal bahkan kerap merokok, tidak pulang ke rumah dan melakukan kenakalan yang membuat orang tua sudah kewalahan.
Ayah dan ibu anak itu berharap agar buah hatinya kembali pulang ke rumah dan berubah menjadi lebih baik dengan meminta bantuan kepada Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kemudian menawarkan agar jika nanti ditemukan apakah orang tuanya bersedia anaknya dididik di barak militer? Warga Kota Bandung itu pun lantas menyerahkan sepenuhnya kepada Dedi Mulyadi.
"Nyuhunkeun solusi, hoyong jadi jalmi anu leres, bageur," kata orang tua anak tersebut yang semula akan mengirim anaknya ke pesantren.
Namun menurut Dedi Mulyadi dari pengalamannya selama ini mengatasi anak nakal dan dititipkeun di pasantren justru mereka sering kabur.
"Geura balik karunya bapa maneh pusing, dibina diasupkeun ka barak tentara daek teu (segera pulang kasian bapak kamu, dibina dimasukkan ke barak militer mau gak)?" ucap Dedi Mulyadi.
Tak hanya mencuri mobil, ibu dari anak tersebut menceritakan bahwa putranya juga mencuri uang milik sang bibi (tante) sebesar Rp6,4 juta yang kini terus meminta ganti rugi kepadanya. Terlebih uang itu merupakan modal usaha berjualan ubi tetapi hilang dicuri.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberi sejumlah uang untuk melunasi kepada sang bibi agar bisa berjualan. Menurutnya bantuan itu bukan sebagai upayanya membantu aksi pencurian melainkan menolong seorang ibu yang menghadapi masalah karena ulah anaknya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
