
Beberapa unit kendaraan yang dilelang terbuka di Gedung Keuangan Negara II Surabaya. (Juliana Christy / JawaPos.com).
JawaPos.com – Sebanyak 52 unit kendaraan dilelang terbuka oleh PT Balai Lelang Asta Nara Jaya (AUKSI), memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli mobil dengan harga bersaing. Lelang ini terbuka untuk umum, dan yang paling menarik, Anda bisa ikut serta hanya dengan modal Rp 5 juta.
Lelang kendaraan ini digelar dalam rangkaian acara halal bihalal yang juga menandai peresmian kantor perwakilan AUKSI di Sidoarjo. Kehadiran AUKSI menambah jumlah balai lelang resmi yang beroperasi di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Jawa Timur, yang kini mencapai 12 balai lelang.
“Yang dilelang saat ini semuanya kendaraan, dan lelangnya dilakukan secara sukarela oleh AUKSI. Saat ini lelang sedang berlangsung, dan antusiasme sangat tinggi,” ujar Dudung Rudi Hendratna, Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, Kamis (24/4).
Lelang ini menawarkan format hybrid, di mana peserta bisa mengikuti lelang secara offline di lokasi atau online. Untuk ikut serta, peserta hanya perlu membeli Nomor Induk Peserta Lelang (NIPL) sebesar Rp 5 juta. Dengan NIPL ini, peserta bisa mulai membid kendaraan yang mereka inginkan. Jika peserta tidak menang, uang NIPL akan dikembalikan sepenuhnya tanpa potongan.
“Ini kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam lelang kendaraan dengan harga yang sangat bersaing. Modal untuk ikut lelang hanya Rp5 juta, dan jika tidak menang, uangnya akan dikembalikan 100 persen,” jelas Tantu Agung Suharto, Direktur AUKSI.
Bagi mereka yang ingin membid lebih dari satu unit, cukup menambah jumlah NIPL sesuai dengan jumlah unit yang ingin dibeli. Misalnya, jika ingin membid dua unit kendaraan, cukup membeli NIPL seharga Rp 10 juta.
Selain lelang sukarela yang digelar AUKSI, masyarakat juga bisa mengikuti lelang eksekusi atau non-eksekusi melalui portal resmi lelang.go.id yang disediakan oleh pemerintah. Semua transaksi lelang dilakukan secara online dan transparan.
Tantu menjelaskan bahwa selain membeli NIPL, peserta lelang juga harus menyerahkan uang jaminan yang akan dikembalikan jika tidak memenangkan lelang. Jika peserta menang, uang jaminan akan dipotong sesuai dengan selisih harga dan sisa pembayaran lelang.
Dudung mengingatkan bahwa lelang adalah proses jual-beli yang sah dan memiliki dasar hukum yang jelas. Lelang kendaraan ini menggunakan dasar hukum yang telah ada sejak lama, yaitu Undang-Undang Lelang tahun 1908. "Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk membeli kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau melalui proses yang sah dan terbuka," tegasnya.
Bagi yang tertarik mengikuti lelang kendaraan berikutnya, cukup mendaftar di platform yang disediakan oleh balai lelang. Setelah terdaftar, peserta akan menerima informasi lengkap terkait barang yang dilelang, jadwal lelang, serta tata cara mengikuti lelang secara online atau offline.
DJKN juga menyediakan platform resmi lelang.go.id untuk lelang eksekusi yang lebih formal, termasuk lelang barang milik negara yang dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini semakin membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai barang dengan harga yang kompetitif.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
