Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 23.31 WIB

Jadi Sahabat Dekat, Menag Nasaruddin Ucapkan Duka Cita untuk Wafatnya Paus Fransiskus

Menag Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Jakarta beberapa waktu lalu. (Kemenag) - Image

Menag Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Jakarta beberapa waktu lalu. (Kemenag)

JawaPos.com - Sementara itu dari tanah air, ucapan duka cita atas meninggalnya Paus Fransiskus disampaikan oleh Menag Nasaruddin Umar. Dia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Umat Katolik itu. Nasaruddin menilai Paus Fransiskus adalah salah satu sahabat dekatnya. "Tentu jasa dan persahabatan beliau tidak bisa kita lupakan,” ujarnya pada Senin (21/4). 

Keduanya pernah bertemu di Masjid Istiqlal beberapa waktu lalu. Dia mendoakan semoga Yang Mulia Paus mendapat tempat yang layak di sisi-Nya sesuai dengan kebajikan yang telah dilakukannya. 

Seperti diketahui Nasaruddin dan Paus Fransiskus dikenal sebagai dua tokoh yang memiliki jalinan persahabatan. Selaku Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarurudin Umar menandatangani Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024. Dalam kesempatan itu Nasaruddin mengenalkan kepada Paus Fransiskus bahwa Masjid Istiqlal adalah rumah besar bagi kemanusiaan. 

“Baru saja (Paus Fransiskus) telah mengunjungi Indonesia, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pernyataan bersama yang sangat mengglobal,” sebutnya. Dia berharap kerja sama antara Indonesia dan Vatikan, serta wasiat yang telah dirintis Paus Fransiskus dapat ditindaklanjuti sebagaimana yang telah disepakati. 

Kepada umat Katolik yang telah ditinggalkan Paus Fransiskus, Nasaruddin berpesan untuk bersabar dalam menghadapi cobaan. “Sekali lagi kami semuanya, keluarga besar Kementerian Agama dan segenap warga bangsa Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus,” katanya. 

Sementara itu Dirjen Bimas Katolik Kemenag Suparman mengatakan Paus Fransiscus begitu rendah hati hingga menunggu Gurunya (Yesus Kristus) menyelesaikan pekerjaannya, baru ia mengikuti-Nya. "Beliau seorang gembala yang sederhana. Ia kini telah bersama Guru yang ditirunya semasa hidup," kata dia. 

Suparman mengatakan Paus wafat sehari setelah Gereja yang dipimpinnya merayakan Kebangkitan Kristus. Menurut dia tidak berlebihan untuk menyimpulkan bahwa Kristus telah menunggunya di pintu surga.

Dia menjelaskan Nuncio Apostolik untuk Indonesia telah menyampaikan berita duka meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4) pukul 7.35 waktu Roma (13.35 waktu Indonesia Bagian Tengah) dalam usia 88 Tahun. Dia berpesan umat Katolik khususnya agar mendoakan keselamatan Paus Fransiskus dalam doa2  ekaristi bersama umat. "Mohon doa2 ini diteruskan kepada umat," katanya. Para pastor bisa menggoyangkan lonceng gereja sebagai tanda berkabung dan komisi liturgi keuskupan bisa membantu dalam rumusan doa selama hari hari perkabungan ini. (wan) 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore