Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 18.54 WIB

Mabes TNI AD Respons Isu TNI Masuk Kampus, Tegaskan Tak Pernah Ada Intervensi

Potret Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. (TNI AD) - Image

Potret Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. (TNI AD)

JawaPos.com - Isu TNI masuk kampus membuat Markas Besar TNI AD (Mabesad) buka suara. Mereka menepis dan membantah isu tersebut. Kedatangan prajurit TNI AD ke beberapa kampus belakangan ini bukan bertujuan untuk melakukan intervensi. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Senin (21/4). Dia menyampaikan bahwa kedatangan prajurit Angkatan Darat ke beberapa kampus atas kerja sama resmi.

”Kami perlu menegaskan bahwa tidak pernah ada kegiatan prajurit TNI di dalam kampus-kampus di Indonesia yang dinarasikan sebagai upaya militerisasi. Kehadiran TNI AD di Kampus selama ini selalu berdasarkan prinsip kerja sama yang sah, bersifat edukatif. dan dilakukan atas undangan pihak kampus,” imbuhnya. 

Jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan, belakangan ini muncul isu dan kabar bahwa aktivitas prajurit TNI di kampus-kampus adalah bentuk intervensi. Kemudian juga ada narasi yang menyatakan bahwa TNI mengintimidasi kegiatan mahasiswa. Padahal, dia menyatakan, tidak sama sekali. 

”Sebagai contoh, di Universitas Indonesia, kehadiran prajurit TNI di sana (Dandim Depok) adalah atas undangan dari rekan mahasiswa yang sudah dikenal baik sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan Dandim dan mahasiswa tersebut juga sering bertemu dalam kegiatan nonformal,” jelasnya. 

Sementara di Semarang, lanjut Wahyu, kehadiran seorang babinsa di depan kampus merupakan bagian pelaksanaan tugas kewilayahan yang memang rutin dilakukan. Sebab, wilayah tersebut adalah binaan babinsa yang bersangkutan. Babinsa itu juga tidak masuk le dalam lingkungan kampus. 

Untuk itu, TNI AD mengajak semua pihak bersama-sama menjaga stabilitas nasional, termasuk menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen bangsa. Bukan malah memunculkan narasi-narasi yang tidak benar. Dia menyebut, sinergi antara sipil dan militer adalah pilar penting dalam membangun ketahanan nasional.

”Kami mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak berdasar. TNI AD akan terus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta menghormati independensi dan kebebasan akademik kampus. Percayalah bahwa kami sangat menghormati demokrasi maupun kebebasan berpendapat,” tegasnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore