Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 April 2025 | 23.24 WIB

Obat Hama Pertanian Mahal, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Mengadu ke Presiden Prabowo Subianto di Majalengka

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Senin (7/4). (YouTube Setpres) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Senin (7/4). (YouTube Setpres)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengadu ke Presiden Prabowo Subianto ihwal mahalnya obat hama pertanian. Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi dalam acara panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4).

Dedi mengungkapkan, distribusi pupuk kepada para petani saat ini sudah lancar. Tetapi, petani harus mengeluarkan kocek lebih tinggi untuk biaya obat-obatan pertanian.

"Beratnya para petani, sekarang pupuk sudah lancar pak, tapi sesungguhnya biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan Pak. Karena sekarang itu dari mulai sebelum nanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong. Karena saya petani, Pak," kata Dedi Mulyadi saat mengadukan keluhan petani secara langsung ke Prabowo.

Mantan Bupati Purwakarta itu menuturkan, saat memasuki musim tanam, para petani harus menyemprotkan obat hama dua hari sekali. Sebab, jika tidak disemprot, hama itu akan selalu datang merusak lahan pertanian.

"Hampir rata-rata dari sejak musim tanam sampai panen itu, dalam waktu dua bulan, itu nyemprot itu dua hari sekali pak. Karena kalau tidak hamanya datang masuk lagi yang baru, datang masuk lagi yang baru," papar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyebut  bahwa saat ini unsur tanah di Jabar sudah jenuh. Karena tidak ada pemuliaan tanah, yang ada hanya kedatangan pupuk secara terus menerus.

"Baru dilakukan program di seluruh Jabar, bagaimana unsur hara tanahnya dikembalikan karena rata-rata sudah di bawah 6," urai Dedi. Tak hanya itu, irigasi di wilayah Jabar juga mengalami kendala. Ia berharap, saluran irigasi di Jabar mulai melimpah.

"Kemudian yang kedua, irigasi Pak. Saya boleh, ini sama bapak. Tahun ini di Jawa Barat, DAK-nya mengalami penurunan untuk program kegiatan di BBWS. Untuk irigasinya mudah-mudahan bisa kembali ke asal, setelah bapak datang," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore