
PT Lundin dengan komitmen kuat ingin tetap berkolaborasi bersama Pelindo dan PPI dalam mengelola BIYC di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Jawa Timur. (Istimewa)
JawaPos.com–PT Lundin telah mengelola Boom Marina Club selama lima tahun terakhir dengan komitmen yang kuat dalam mendukung pertumbuhan industri maritim dan pariwisata di Banyuwangi.
Sebagai inisiator utama dalam pendirian Banyuwangi International Yacht Club (BIYC), perusahaan ini terus berinvestasi dalam pengembangan sektor maritim Indonesia guna meningkatkan daya saing industri lokal di tingkat internasional.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade berinvestasi di Banyuwangi, PT Lundin berharap dapat terus berperan dalam pengelolaan BIYC melalui perpanjangan kontrak kerja sama. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan dalam memperkuat ekosistem maritim dan mendukung perekonomian lokal.
Pengacara PT Lundin M. Zaeni menyampaikan bahwa BIYC merupakan hasil kerja sama strategis antara PT Pelindo Properti dan PT Lundin dengan dukungan penuh dari Pemkab Banyuwangi yang menghadirkan fasilitas yacht pertama di Banyuwangi. Sejak diresmikan pada 2019, BIYC telah menjadi katalis utama dalam pertumbuhan sektor pariwisata maritim di daerah tersebut.
’’Keberadaan BIYC memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Fasilitas ini telah meningkatkan daya tarik wisata maritim Banyuwangi serta membuka berbagai peluang usaha di sektor perhotelan, kuliner, dan jasa wisata lainnya,” ujar Zaeni.
Sebagai bagian dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 2019, Pelindo bertanggung jawab atas pembangunan dermaga yacht, sementara PT Lundin mendapatkan hak pengelolaan BIYC selama lima tahun. Keberhasilan BIYC dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara telah memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata maritim yang berpotensi besar di Indonesia.
Zaeni menambahkan bahwa keberlanjutan pengelolaan BIYC diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Banyuwangi, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun pembangunan infrastruktur maritim.
’’Sejak didirikan, BIYC telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkontribusi pada pengembangan sektor maritim. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kelautan, BIYC juga memperkenalkan Banyuwangi sebagai pusat wisata bahari unggulan di Indonesia,” ungkap Zaeni.
Dalam rangka memperluas kontribusi di sektor maritim, PT Lundin saat ini tengah menjalankan proyek pembangunan alutsista yang memerlukan fasilitas pelatihan khusus. Dengan mempertimbangkan lokasi strategis BIYC, perusahaan telah menjalin kemitraan dengan berbagai investor.
’’Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Pelindo dan PPI dalam mengelola Marina Boom. Dalam waktu dekat, PT Lundin akan memproduksi kapal yacht buatan dalam negeri, yang selama ini mayoritas diproduksi di luar negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki industri yacht yang lebih mandiri dan kompetitif di pasar global,” kata Zaeni.
Keberhasilan PT Lundin tidak terlepas dari peran seorang tokoh wanita inspiratif, Lizza Lundin. Sebagai pengusaha asal Banyuwangi, Lizza telah membawa nama Indonesia ke kancah industri pertahanan internasional melalui PT Lundin Industry Invest (PT LII), perusahaan yang bergerak di bidang sistem persenjataan dan alutsista.
Bersama suaminya, John Lundin, Lizza mendirikan PT LII pada 2003 dan berhasil mengembangkan perusahaan menjadi salah satu produsen kapal militer terkemuka di Indonesia. Dengan spesialisasi dalam pembuatan kapal patroli serta kendaraan laut berteknologi tinggi, PT LII telah memproduksi ratusan kapal untuk kebutuhan militer, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan visi yang inovatif dan komitmen yang tinggi, PT Lundin terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi maritim dan pertahanan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi pasar global. Keberhasilannya menjadi bukti nyata bahwa industri dalam negeri dari Banyuwangi ini dapat berkembang pesat dengan inovasi, strategi, serta kemitraan yang kuat di tingkat internasional. (*/aif/c1)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
