
Pegawai KPP Pratama Bintan Abang Muhammad Nurul Azhar meninggal dunia. (Platform X)
JawaPos.com–Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkapkan kronologi meninggalnya pegawai KPP Pratama Bintan Abang Muhammad Nurul Azhar.
Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti membenarkan bahwa sebelum meninggal dunia, Abang Muhammad Nurul Azhar sempat ngantor pada pukul 07.30 WIB. Kemudian, Abang Muhammad Nurul Azhar mengeluh sesak napas dan mengalami muntah di kantor hingga dilarikan ke salah satu rumah sakit di Tanjungpinang.
”Pada Kamis (14/3), pegawai tersebut masuk kantor seperti biasa pada pukul 07.30 WIB. Sesampai di kantor yang bersangkutan mengeluh sesak napas dan mengalami muntah lalu dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang,” kata Dwi kepada JawaPos.com, Minggu (16/3).
Selanjutnya, Dwi mengatakan, Abang Muhammad Nurul Azhar dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.30 WIB di rumah sakit tersebut.
”Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit di Tanjungpinang pada pukul 09.30 WIB,” sambung Dwi Astuti.
DJP menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Pihaknya memastikan bahwa kepribadian Muhammad Nurul Azhar akan selalu menjadi teladan bagi DJP.
”Segenap rekan kerja Abang Muhammad Nurul Azhar menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keihklasan. Kepribadian beliau akan selalu menjadi teladan bagi kami,” ungkap Dwi Astuti.
Sebelumnya beredar di media sosial bahwa Abang Muhammad Nurul Azhar meninggal dunia usai mengalami kelelahan dalam bekerja. Bahkan, dalam tangkapan layar pesan yang beredar, disebutkan bahwa almarhum meninggal dunia di kantor.
”Almarhum meninggal di kantor,” bunyi pesan yang berada di tangkapan layar tersebut.
Akun yang mengunggah tangkapan layar itu pun menyebutkan bahwa Abang Muhammad Nurul Azhar meninggal dunia di tengah kondisi kerjaan kantor yang bejibun. Pasalnya, sebagai seorang pelaksana diduga almarhum melakukan rangkap kerjaan.
”Perjuangan terakhir Almarhum Abang Muhammad Nurul Azhar adalah menyelesaikan validasi PPHTB yang baru bisa lancar jam 2 malam. Beliau menyelesaikan sisa pekerjaan validasi teman yang lain yang sampai jam 11 malam baru selesai 5 biji, berjuang untuk kredibilitas coretax,” bunyi pesan tersebut.
"Kondisi kami memang kurang ideal. Terutama 3 bulan terakhir sejak awal tahun. Kami cuma 6 orang pelaksana, usah semua back office dan TPT. Kasi pelayanan sakit, jadi adanya Plh. Penyuluh juga cuma 2. Beliau sakit dan salah satunya juga pegang validasi PPHTB, sejak coretax validasi baru bisa dikerjakan malam dan sering error. Pejuang Coretax 225 tribute to Abang MNA,” tutup pesan tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
