
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kesiapannya untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pendanaan tersebut berlaku untuk program 3 juta rumah, ketahanan pangan, hilirisasi hingga program lainnya. Hal ini menjadi komitmen BI di luar dari dari SBN yang jatuh tempo dari masa Covid-19.
"Dukungan juga pendanaan dari BI melalui pembelian SBN dari pasar sekunder kami sudah bicara dengan menteri keuangan yang dananya dapat digunakan tidak hanya untuk debt switching SBN yang jatuh tempo dari Covid-19, tapi juga untuk pendanaan program-program perumahan, program-program lain dalam asta cita," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
"Berkaitan dengan hilirisasi, maupun juga untuk ketahanan pangan maupun juga untuk ketahanan pangan maupun untuk program-program yang lain," sambungnya.
Perry memastikan bahwa komitmen ini menjadi bukti dukungan konkret dari Bank Indonesia, tak hanya melalui kebijakan melainkan membantu dalam hal pendanaan untuk program-program Asta Cita Presiden Prabowo.
"Itu menunjukan komitmen kami yang sangat tinggi dan dukungan Bank Indonesia tidak hanya dari kebijakan, tapi juga pendanaan untuk kesuksesan program-program dalam asta cita," ujarnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) secara resmi memutuskan untuk meningkatkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) di sektor perumahan secara bertahap menjadi Rp 80 triliun di sepanjang tahun 2025, dari sebelumnya sebesar Rp 23,2 triliun.
Hal ini sebagaimana diputuskan usai diskusi bersama dengan Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama BP Danantara Pandu Sjahrir, dan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Kantor BI, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).
"Memberikan insentif likuditas makroprudensial kepada bank-bank yang menyalurkan kredit kepada sektor perumahan. Kami menyediakan sekarang adalah Rp 23,2 triliun. Dari hasil diskusi tadi, kami akan naikkan secara bertahap menjadi Rp 80 triliun untuk mendukung program perumahan ini," kata Perry dalam konferensi pers di kantornya.
Lebih lanjut, Perry memastikan peningkatan KLM tersebut diberikan BI dengan dua alasan. Yakni, mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto hingga mendorong pertumbuhan ekonomi RI yang sekaligus menciptakan lapangan kerja

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
