Ilustrasi: Aplikasi karya jebolan Bangkit, program pembinaan digital Google. (Istimewa).
JawaPos.com - Anda termasuk orang-orang yang peduli dan punya hewan peliharaan di rumah mungkin membutuhkan ini. Dua aplikasi inovatif karya mahasiswa lulusan program Bangkit yaitu Adoptify dan Pethub, hadir untuk mempermudah kita memberikan yang terbaik bagi hewan kesayangan, terutama anjing dan kucing.
Fitur Adopsi Hewan dan Virtual Pet Wellbeings dari Adoptify, mempermudah proses adopsi dan perawatan hewan peliharaan. Mulai dari menghubungkan calon pemilik dengan hewan-hewan yang membutuhkan rumah baru, hingga menyediakan panduan merawat hewan peliharaan seperti jadwal makan, vaksinasi, dan membersihkan kandang.
Adoptify sendiri berafiliasi dengan lebih dari 20 tempat penampungan dan penyelamat hewan di daerah Jabodetabek, Surabaya, dan Malang. Disampaikan oleh Kaamil Nailal Muna, CEO Adoptify yang kini berusia 22 tahun dan berasal dari Malang, Jawa Timur, program Bangkit mendorong kami untuk berpikir kreatif dalam menemukan masalah unik dan solusi inovatif yang berdampak nyata.
"Di tahun pertama setelah peluncuran, Adoptify berhasil menyalurkan dua kucing terlantar ke rumah baru mereka. Kami berencana memperluas kerja sama dengan pet shop dan dokter hewan untuk meningkatkan layanan di aplikasi. Semoga ini juga bisa meningkatkan kesadaran tentang pentingnya adopsi hewan," jelas Kaamil melalui keterangannya.
Sementara aplikasi lainnya, Pethub, menghadirkan inovasi mendeteksi masalah kulit hewan berbasis AI hanya dengan mengambil foto. AI akan menganalisis foto tersebut dan memberikan informasi potensi masalah kulit yang terdeteksi.
Selain itu, Pethub akan menghadirkan fitur konsultasi dengan dokter hewan secara daring. Salma DT, CEO Pethub yang kini berusia 22 tahun dan berasal dari Bogor, Jawa Barat menyebut, mengikuti program Bangkit, dirinya dan tim belajar banyak tentang bagaimana teknologi AI dapat menghadirkan inovasi yang efisien.
"Melalui fitur AI di Pethub, kami berharap dapat membantu pemilik hewan peliharaan untuk lebih cepat mengambil tindakan ketika hewan kesayangan mereka menunjukkan gejala penyakit. Semoga aplikasi ini dapat mendorong pemilik hewan untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan mereka," terang Salma.
Hingga tahun 2024, program Bangkit telah mencetak lebih dari 20.000 talenta digital bersertifikat. Program ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi di Indonesia. Tahun lalu, Bangkit menambahkan kurikulum AI di tiga bidang pembelajarannya, yaitu Machine Learning, Mobile Development, dan Cloud Computing.
Kedua aplikasi ini menunjukkan kreativitas generasi muda Indonesia dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat, termasuk untuk kesejahteraan hewan. Di bulan kasih sayang ini, tunjukkan cinta pada hewan peliharaanmu. Unduh Adoptify dan Pethub di Google Play sekarang dan berikan yang terbaik untuk mereka.
Bangkit sendiri adalah program pendidikan dari Google yang bertujuan untuk mencetak talenta digital di Indonesia. Program ini ditawarkan melalui Kampus Merdeka.
Kurikulum program Bangkit Pembelajaran mesin, Pengembangan seluler, Komputasi awan. Program pembinaan dari Google ini diharapkan bisa membantu Indonesia mencetak talenta digital baru yang segar, inovatif dan berdaya saing tinggi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
