Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2023 | 16.08 WIB

Imbau Umat Muslim Tak Terprovokasi Pendeta Hindu India, Saleh Partaonan Daulay: Pernyataan Sampah!

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay. Foto: Antara - Image

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay. Foto: Antara

JawaPos.com - Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengingatkan umat Islam agar tidak terprovokasi dengan pernyataan pendeta Hindu India, Yati Narsinghanand soal seruan merebut Makkah. Apalagi, pada bulan suci Ramadan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
 
"Bukan merespons pernyataan sampah yang tidak bertanggung jawab. Biarkan orang lain yang menilai bahwa umat Islam adalah agama yang damai dan penuh kasih sayang. Bukan agama permusuhan dan pertikaian," kata Saleh dalam keterangan tertulis, Jumat (14/4).
 
 
Menurutnya, pernyataan Yati Narsinghanand adalah salah satu bentuk Islamophobia. Sebab, ini bukan yang pertama dilakukannya. 
 
Pada banyak kesempatan, dia sudah sering melontarkan ceramah-ceramah anti-Islam. Meski melukai, tetapi pernyataan-pernyataannya tidaklah mengurangi kehormatan agama Islam.
 
"Faktanya, sampai sekarang Islam tetaplah baik. Para pembenci tidak akan menurunkan iman dan keyakinan umat Islam. Bahkan, bisa semakin meningkatkan kecintaan dan ketaatan," sambung Politisi dari Fraksi PAN ini.
 
 
Meski begitu, ia meminta pemerintah India segera memeriksa Yati Narsinghanand. Ia menilai, Yati telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan karena melakukan penghinaan terhadap agama lain. Tindakan ini bertentangan dengan norma toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
 
 
Tindakan Yati bertentangan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) atau Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. ICCPR jelas menyebut setiap orang memiliki kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama. 
 
Lebih lanjut, Saleh mengingatkan, ini adalah bagian dari implementasi Deklarasi Universal HAM yang sudah disepakati PBB. Karena itu, dalam konteks kebebasan beragama dan Islamophobia seperti ini, pemerintah India dituntut untuk melakukan tindakan tegas. 
 
 
"Jangan sampai tindakan orang per orang seperti ini menimbulkan kesenjangan antara masyarakat di Indonesia dengan di India," pungkas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore