Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2023 | 13.23 WIB

WHO Sebut Obat Covid-19 Paxlovid Kurangi Resiko Kematian 89 Persen

Ilustrasi tawuran. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi tawuran. Dok JawaPos

JawaPos.com - World Health Organization (WHO) menyebut bahwa adanya obat Covid-19 Paxlovid di Indonesia merupakan kabar baik. Pasalnya, obat itu ditengarai dapat mengurangi rawat inap dan resiko kematian hingga 89 persen. 

"Jika kita jatuh sakit, Paxlovid akan mencegah kita berpindah dari gejala ringan ke penyakit parah," ujar menurut WHO Representative to Indonesia Dr. N. Paranietharan, Jumat (14/4).
 
 
"Ini pertama kalinya ada di Indonesia dan itu berhasil," sambungnya.
 
Senada dengan hal itu, Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM mengatakan, antivirus Paxlovid secara signifikan mengurangi kemungkinan penyakit parah dan mengurangi rawat inap untuk pasien Covid-19. 
 
 
"Australia dan Indonesia tetap berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi masalah kesehatan yang luar biasa dan menghadapi tantangan yang timbul oleh pandemi Covid-19 bersama-sama," ungkapnya
 
Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim menyebut bahwa dengan adanya pengiriman Paxlovid ke Indonesia, ini menunjukkan nilai kolaboratif yang baik. 
 
 
"Indonesia dan Amerika Serikat bergabung untuk menggunakan obat-obatan yang baru dan dengan cepat meningkatkan sistem distribusi untuk bersama-sama menghadapi pandemi," jelasnya.
 
"Hal ini dapat membatasi penyebaran penyakit mematikan dan mengobati mereka yang terkena infeksi," pungkas Kim.
 
 
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa saat ini obat baru Covid-19 yang bernama nirmatrelvir/ritonavir atau Paxlovid ada di Indonesia. Obat ini diberikan kepada pasien dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang dan berpotensi menjadi berat. 
 
Menteri Kesehatan Budi Gunardi Sadikin mengatakan, penyediaan stok obat dalam negeri ini merupakan upaya pemerintah dalam menjamin masyarakat mudah mengakses obat. 
 
 
"Kita harus memiliki obat yang tersedia di dalam negeri. Jadi ketika seseorang terkena penyakit, mereka tidak perlu panik. Mereka tidak harus bergantung pada pemerintah," ujarnya, Jumat (14/4).
 
"Mereka dapat pergi ke fasilitas kesehatan yang dekat untuk mendapatkan akses ke obat ini," imbuhnya.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore