Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 20.37 WIB

Ma'ruf Amin hingga Ketum PKB Cak Imin akan Hadiri Haul Pendiri NU Bishri Syansuri pada Malam Tahun Baru 2025

Wakil Presiden RI ke-13 Ma - Image

Wakil Presiden RI ke-13 Ma

JawaPos.com - Nahdlatul Ulama (NU) selalu menggelar haul untuk dua tokoh besar NU, yakni Bishri Syansuri sebagai pendiri NU dan Abdurrahman Wahid, mantan Ketua PBNU. Keduanya diketahui wafat pada bulan yang sama yakni Desember.

"Desember menjadi bulan berkah bagi muslim Indonesia, khususnya warga Nahdliyyin. Setelah peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di berbagai tempat, tepat akhir tahun 2024 (malam tahun baru 2025, red) nanti, diselenggarakan Haul Kakek Gus Dur dari jalur Ibu, KH Bishri Syansuri," kata Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Abdussalam Shohib, Senin (30/12).

Gus Salam sapaan akrabnya mengatakan, Gus Dur sendiri mengagumi kakeknya dan menuangkan kekaguman itu dalam bukunya “Kiai Bishri Syansuri Pecinta Fiqh Sepanjang Hayat (1989)” agar menjadi khazanah keteladan warga NU sepanjang hayat. Bahkan pandangan Fiqh Moderat Bishri Syansuri diadopsi menjadi UU Nomor 1 tahun 1971 tentang Perkawinan.

"Dan beliau juga dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum perempuan," katanya.

Gus Salam berkata, Bishri Syansuri adalah Pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, yang wafat pada 1980 sebagai generasi terakhir para Muassis NU, setelah Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari (Raisul Akbar) dan KH Abdul Wahab Chasbullah, kakak ipar Bishri Syansuri. Bisri adalah pemegang tongkat estafet ketiga (triumvirat; tritunggal, tiga serangkai) penanam pondasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang dikenal Ahli Fiqh.

"Beliau masyhur dengan wasiatnya; 'selama hidupku aku pengikut Nahdlatul Ulama. Jika meninggal dunia, maka wasiatku kepada masyarakat adalah supaya mereka tetap menjadi Nahdlatul Ulama'. Beliau berpesan agar masyarakat berpegang teguh pada Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan tetap berada di dalam rabithah jam’iyyah Nahdlatul Ulama supaya terjaga sanad keagamaan, nasionalisme dan keluhuran budi pekerti," imbuh Salam.

Dalam peringatan Haul Pendiri sekaligus Harlah ke-110 Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, itu, diselenggarakan rangkaian kegiatan untuk mendoakan dan meneladani Bishri Syansuri, serta menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi pesantren.

"Rangkaian kegiatan dimulai sejak Oktober 2024, antara lain : Lomba Santri, Majelis Sholawat, Manaqib Syeikh Abdul Qodir alJailani, Khatmil Qur’an bi al-Nahlor wa al-Ghaib, Pengajian Alumni, Khataman Bani Bishri, Tahlil kubro, Bahtsul Masaail se-Kabupaten Jombang dan Khatmil Kitab Shohih Bukhori," jelasnya.

Puncak peringatan Haul ke-46 Bishri Syansuri di malam tahun baru 2025 nanti, diisi dengan pengajian umum mengangkat tema “Meneladani Keikhlasan dan Kerendahan Hati Mbah Bishri”.

Lebih jauh Gus Salam menyampaikan, para masyayikh atau sesepuh NU, tokoh nasional, politisi, pejabat daerah provinsi dan kabupaten yang terkonfirmasi hadir pada Puncak Haul, antara lain Ma'ruf Amin (Wapres RI, 2019-2024), Said Aqil Siradj, Habib Umar alMuthohhar,  Abdul Muhaimin Iskandar (Menko Pemberdayaan Masyarakat), Para Kiai Pondok Pesantren, Para Habaib dan lain-lain.

"Dzurriyah Pesantren Denanyar berharap, Puncak Haul KH Bishri Syansuri menjadi ajang silaturrohim alumni se-NUsantara dan luar negeri, konsolidasi masyayikh dan jaringan kultural NU, serta momentum untuk meredakan ketegangan publik terkait kontroversi nasab di media sosial; menjadi ruang teladan ikhlas, rendah hati dan saling menghormati yang diselingi ‘ger-geran’ ala pesantren dan NU," kata Gus Salam.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore