
DOAKAN PEMILU DAMAI: Gus Baha berdiskusi dengan Irjen Asep Edi Suheri (dua dari kanan), Brigjen Yuyun Yudhartara (tiga dari kanan), serta para petinggi NCS di Rembang kemarin.
JawaPos.com - Tokoh agama Ahmad Bahauddin Nursalim atau kerap disapa Gus Baha memberikan pernyataan tajam untuk tidak penah melawan hukum sosial sekalipun dia memiliki kedudukan dan jabatan sangat tinggi. Bahkan, meski orang itu termasuk orang yang dekat dengan Allah.
Pernyataan Gus Baha tersebut diduga sebagai respons atas kontroversi yang dialami Miftah Maulana, di mana dia banjir cibiran dan hujatan karena merendahkan dan menghina penjual es teh dan Yati Pesek yang videonya viral di media sosial beberapa hari belakangan.
Gus Baha pun mengambil cerita tentang perang yang diikuti Rasulullah yang tak selalu berbuah kemenangan. Padahal, Rasulullah termasuk orang yang sangat dekat dengan Allah, paling pantas untuk mendapat pertolongan.
"Nabi pernah menang di perang Badar, pernah kalah di Uhud. Di urusan sosial, Allah memberikan hukum sosial yang berjalan," kata Gus Baha saat menjadi pembicara di Universitas Islam Indonesia dalam video di kanal YouTube.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Gus Miftah, Masyarakat Dianjurkan Tak Takut Tegur Pemuka Agama yang Bersalah
Gus Baha pun menukil pernyataan Ibnu Khaldun untuk memperkuat pernyataannya tersebut.
"Meskipun nabi bisa terbang ke langit sekalipun dalam peristiwa mi'raj, kalau ketemu anak kecil menampar, ketemu orang sepuh meludahi, tetap tidak diterima. Sekalipun Rasulullah di-back up sekian alam raya, tapi sekali melanggar tata krama sosial, orang akan bubar,"kata Gus Baha.
Dia melanjutkan, seandainya dirinya yang merupakan seorang tokoh agama dan memiliki kedalaman dalam ilmu agama, apabila bertindak kurang ajar ke orang lain melanggar hukumsosial, tetap akan mendapatkan sanksi.
"Misalnya saya meludahi pak rector, dipastikan langsung saya dipecat," katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
