
Penasihat Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. (Istimewa)
JawaPos.com – Target pemenuhan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG's) di Indonesia masih perlu dikebut. Pasalnya, hanya 3 dari 17 indikator target pembangunan berkelanjutan yang on the track atau hijau. Sisanya masih banyak yang oranye dan merah.
Perkembangan pemenuhan target pembangunan berkelanjutan itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.
Dia mengatakan bahwa upaya mengejar target SDG's itu sampai 2030. "Artinya tinggal enam tahun lagi," katanya saat jadi pembicara dalam Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) ke-XVI Universitas Terbuka secara virtual pada Sabtu (23/11).
Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) itu lantas menjelaskan tiga indikator target pembangunan berkelanjutan yang sudah hijau atau on the track itu.
Ketiganya adalah pengurangan kemiskinan, pendidikan berkualitas, serta layanan air bersih dan sanitasi. Bambang mengatakan, jika dibuat persentase, capaian SDG's di Indonesia yang sudah on the track adalah 36 persen.
Untuk indikator pendidikan yang berkualitas, komponen terpentingnya adalah guru. Meliputi rasio, kuantitas, dan kualitas. "Secara umum, di pendidikan menengah kekurangan guru masih terjadi," jelasnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan menganggu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tantangan lainnya adalah penyebaran guru yang belum merata. Mantan Kepala Bappenas itu mengatakan distribusi guru masih berpusat di Jawa dan kota-kota besar saja. Di beberapa daerah, rasio guru dengan siswa ada yang mencapai satu berbanding 11 siswa. Artinya satu guru mengampu sebelas siswa. Tapi di daerah lain ada yang satu guru mengampu 23 siswa.
Lalu idealnya guru tidak hanya dibekali ijazah Sarjana (S1). Tetapi juga sertifikat profesi sesuai bidangnya. Untuk jenjang SMA dan SMK, masih banyak guru belum pegang sertifikat profesi.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mengatakan, di tengah arus teknologi seperti sekarang, para guru juga harus berkualitas. Dia mengatakan bahwa guru harus bisa menanamkan karakter yang baik di sekolah untuk siswanya.
"Guru bukan hanya pelaksana kurikulum. Guru juga harus jadi inovator," kata dia. Guru juga harus bisa jadi inspirasi bagi generasi muda. Sehingga anak muda memiliki teladan yang baik dalam menghadapi tantangan masa depan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
