
DEBAT TERAKHIR: Tiga paslon gubernur-wakil gubernur Jawa Timur beradu program dalam debat ketiga di Grand City Mall Surabaya tadi malam. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
JawaPos.com - Debat pemungkas pilgub Jatim digelar semalam. Tiga paslon kembali beradu program kerja. Yakni, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim.
Risma tampil pertama. Cagub yang diusung PDIP itu menyampaikan sejumlah gagasan. Salah satunya membuat terowongan yang terhubung antara Trenggalek–Tulungagung. Menurut Risma, pembangunan terowongan itu akan memangkas durasi perjalanan. ”Untuk mengatasi kemacetan, kami juga akan menata transportasi Gresik–Tuban. Semisal, pemisahan jenis angkutan,” jelas Risma.
Luluk memaparkan idenya tentang KRL di wilayah Madura. Pembaruan transportasi amat penting untuk mobilitas masyarakat. ’’Kami juga mempertimbangkan soal ambulans air untuk transportasi,” kata Luluk.
Berbeda dengan Risma dan Luluk, Khofifah pamer keberhasilannya membangun Trans Jatim. Dia memastikan bahwa angkutan umum tersebut akan terus dikembangkan. Selain wilayah Surabaya Raya, Trans Jatim akan dikembangkan di Madiun Raya dan Malang Raya. Cagub petahana itu juga menggagas satu visi soal transportasi dan pertumbuhan ekonomi. Yakni, Jatim Gerbang Baru Nusantara. ”Saat ini Jatim satu-satunya provinsi yang diberi kepercayaan mengelola dua pelabuhan. Kami pastikan pembangunan infrastruktur di Jatim sudah berkemajuan,” tegas Khofifah.
Sama seperti sebelumnya, ada enam segmen yang berlangsung dalam debat ketiga. Pada segmen kedua, masing-masing paslon mendapat satu pertanyaan. Luluk mendapat pertanyaan paling awal. Yakni, terkait upayanya meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH). Luluk mengingatkan agar pemerintah tidak takut pada perusahaan yang melanggar aturan. Pelanggaran soal lingkungan harus mendapatkan sanksi.
Setelah Luluk, giliran Khofifah yang mendapat pertanyaan upayanya mengelola sampah. Khofifah berbicara bahwa di pemerintahannya sudah ada pusat pembuangan limbah di Mojokerto. Itu menjadi sarana penting dalam sistem pengelolaan sampah. Khofifah juga memastikan bahwa jumlah TPS dan bank sampah di Jatim terus meningkat.
Sementara itu, Risma mendapat pertanyaan soal upayanya mengintegrasikan wilayah di Jatim. Dia mengatakan pentingnya daerah berbagi peran. Tidak boleh berpusat pada satu daerah saja. Pembangunan harus merata di seluruh Jatim. (hen/c6/oni)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
