Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 November 2024 | 17.49 WIB

Indonesia Darurat Sampah! Trash Heroes Lakukan Aksi Nyata dan Edukasi lewat Media Sosial

PILAH DAN OLAH: Nadine Chandrawinata (dua dari kanan) dan Dimas Anggara (kanan) serta Direktur Kumpulin.id Googi Priyonggo (kiri). Mereka berkolaborasi agar pengelolaan sampah punya nilai ekonomi. - Image

PILAH DAN OLAH: Nadine Chandrawinata (dua dari kanan) dan Dimas Anggara (kanan) serta Direktur Kumpulin.id Googi Priyonggo (kiri). Mereka berkolaborasi agar pengelolaan sampah punya nilai ekonomi.

Darurat sampah di Indonesia bukan lagi ancaman. Tapi, kenyataan di depan mata yang harus dihadapi bersama. Saatnya melakukan aksi nyata. Siapa pun bisa menjadi trash heroes lewat peran masing-masing. Sekecil apa pun, itu bermakna.

Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Pengelolaan sampah merupakan masalah besar yang terus dihadapi masyarakat Indonesia, dari perkotaan hingga pedesaan. Berangkat dari problem itu, lahir Kumpulin.id. ”Platform ini berfokus pada ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan masyarakat hingga pelaku industri,” terang Direktur Kumpulin.id Goggi Priyonggo, Jumat (15/11).

Terbentuk sejak 2022, gerakan pengelolaan sampah itu mengusung konsep triple tech: transparency, traceability, dan transactional proven. Itu memungkinkan setiap aktivitas pengelolaan sampah dipantau secara transparan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Kumpulin.id ialah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai sampah dari segi ekonomi maupun lingkungan. Mereka menggandeng figur publik, di antaranya Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara.

Nadine sebagai co-founder Kumpulin.id mengungkapkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah. ”Saya ingin setiap orang sadar bahwa tindakan kecil dalam memilah dan mengolah sampah bisa berdampak besar,” tuturnya.

Pasangan yang concern pada isu lingkungan itu ingin punya lapak untuk mendaur ulang sampah. Mimpi tersebut terwujud lewat Kumpulin.id. Mereka berharap, dengan menghubungkan pemulung, pelapak, dan masyarakat melalui teknologi, ekosistem daur ulang sampah di Indonesia bisa lebih terorganisasi dan efisien.

Platform itu membuka peluang ekonomi bagi mereka yang terlibat dalam rantai daur ulang sampah, mulai pemulung, pengepul, hingga industri besar. ”Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi untuk masalah lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” lanjut Goggi. (han/c6/nor)

---

SAMPAH INDONESIA DALAM ANGKA

• Timbunan sampah di Indonesia tahun 2023 sebanyak 38 juta ton.

• Dari total tersebut, 14 juta ton sampah tidak terkelola.

• Komposisi sampah didominasi sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 39,78% diikuti sampah plastik 19,19%.

• Sebanyak 60,53% sampah bersumber dari rumah tangga.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore