
Seven Clean Seas targetkan angkat 10 ribu ton sampah plastik di lautan pada 2025. (Istimewa)
JawaPos.com–Indonesia masuk dalam lima besar negara penyumbang sampah plastik di lautan. Sebuah riset menunjukkan, dari 3,2 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola, ada 1,29 juta ton sampah berakhir di laut.
Jumlah itu hanya kalah dari Tiongkok 3,53 juta ton sampah di lautan. Bersama Pemerintah Indonesia, organisasi konservasi lingkungan Seven Clean Seas bertekad menurunkan angka sampah plastik di lautan tahun depan.
Pada 2025, Seven Clean Seas menargetkan dapat mengangkat 10 ribu ton sampah plastik di lautan Indonesia. Sejak 2020 sampai tahun ini, mereka sudah membersihkan sebanyak 4 ribu ton sampah plastik.
Organisasi yang berkantor di Bali tersebut telah berencana melebarkan sayap. Setelah memulai proyek di Bintan pada 2018, di Batam pada 2022, dan di Bangkok, Thailand, tahun ini. Tahun depan Seven Clean Seas ada rencana membuka proyek di perairan Pulau Jawa.
’’Di masa depan, Seven Clean Seas berencana untuk memperluas operasinya lebih jauh di Indonesia pada 2025 dengan proyek-proyek potensial di Jawa. Pulau Jawa telah masuk dalam kategori daerah yang sangat membutuhkan intervensi, mengingat tingkat polusi plastiknya yang sudah mengkhawatirkan,’’ klaim Chief Operational Officer Seven Clean Seas James Myring.
Sebanyak 189.349 ton limbah plastik mencemari Laut Jawa setiap bulan, namun hanya sekitar 11,83 persen yang berhasil dibersihkan. Pakaian dan tekstil menyumbang 31,99 persen dari polusi ini, yang menandakan betapa parahnya masalah ini.
Data Seven Clean Seas menunjukkan, sebanyak 189,349 ton sampah plastik mencemari Laut Jawa per bulan. Namun, baru sekitar 11,83 persen yang berhasil diangkat. Dari polusi sampah plastik di lautan, terbanyak dari pakaian dan tekstil mencapai 31,99 persen.
Sementara, sampah berbahan plastik 23,95 persen. Itu meliputi kantong plastik, sampah plastik besar, botol, dan tutup botol plastik. Sisanya dari tali pancing (18,81 persen), kemasan dan produk barang logistik (7,53 persen), barang pribadi (6,03 persen), ban (2,52 persen) dan lain-lain 9,17 persen
Mengatasi tantangan ini, James menyebut, semua ini perlu solusi yang mendesak dan inovatif. Melalui pendekatan inovatif dan komitmen terhadap pemulihan lingkungan serta keterlibatan komunitas, Seven Clean Seas mendorong perubahan yang berarti di beberapa wilayah yang paling terdampak di seluruh dunia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
