Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 17.38 WIB

Dari Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai, Begini Strategi PGN Terapkan Ekonomi Sirkular

Pengolahan sampah plastik jadi sesuatu yang lebih bernilai guna. (Istimewa) - Image

Pengolahan sampah plastik jadi sesuatu yang lebih bernilai guna. (Istimewa)

JawaPos.com–Sistem pengelolaan sampah plastik terintegrasi diterapkan di lingkungan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal itu sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular dan mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan.

Program ini dilakukan melalui pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna dengan melibatkan komunitas daur ulang dan lembaga edukasi lingkungan. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik di Indonesia yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Selain mencemari lingkungan, limbah plastik juga disebut berpotensi memicu emisi gas rumah kaca hingga mengancam kesehatan manusia akibat paparan mikroplastik. Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, program pengelolaan sampah plastik itu tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga bertujuan membangun budaya keberlanjutan di internal perusahaan.

”Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab serta menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pelaksanaannya, PGN menerapkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh karyawan untuk melakukan pemilahan sampah plastik sejak dari sumbernya. Sampah yang terkumpul kemudian dikelola bersama Kertabumi Recycling Centre dan diproses lebih lanjut bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah.

Kertabumi Recycling Centre menilai persoalan sampah di Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena volume sampah yang belum terkelola masih cukup besar. Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre mengungkapkan, berdasar data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai sekitar 109 ton per hari atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan lingkungan mulai dari pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik.

”Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” kata Ikbal.

Dia menilai pendekatan yang dilakukan melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore