
Pengolahan sampah plastik jadi sesuatu yang lebih bernilai guna. (Istimewa)
JawaPos.com–Sistem pengelolaan sampah plastik terintegrasi diterapkan di lingkungan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal itu sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular dan mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan.
Program ini dilakukan melalui pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna dengan melibatkan komunitas daur ulang dan lembaga edukasi lingkungan. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik di Indonesia yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Selain mencemari lingkungan, limbah plastik juga disebut berpotensi memicu emisi gas rumah kaca hingga mengancam kesehatan manusia akibat paparan mikroplastik. Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, program pengelolaan sampah plastik itu tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga bertujuan membangun budaya keberlanjutan di internal perusahaan.
”Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab serta menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ujar Fajriyah dalam keterangan tertulisnya.
Dalam pelaksanaannya, PGN menerapkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh karyawan untuk melakukan pemilahan sampah plastik sejak dari sumbernya. Sampah yang terkumpul kemudian dikelola bersama Kertabumi Recycling Centre dan diproses lebih lanjut bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah.
Kertabumi Recycling Centre menilai persoalan sampah di Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena volume sampah yang belum terkelola masih cukup besar. Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre mengungkapkan, berdasar data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah yang tidak terkelola mencapai sekitar 109 ton per hari atau sekitar 75 persen dari total timbulan sampah.
Baca Juga:Siswa SD Bhayangkari Balikpapan Diajarkan Hasilkan Uang dari Sampah, Hasilnya Diinvestasikan ke Emas
Menurut dia, kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan lingkungan mulai dari pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik.
”Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab,” kata Ikbal.
Dia menilai pendekatan yang dilakukan melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
