
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko (dua dari kanan) di kantornya (30/9). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Sekitar 20 hari lagi, pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin bakal berakhir. Pada 20 Oktober nanti, secara resmi bakal digantikan oleh pemerintahan di bawah komando Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Santer diberitakan, bakal terjadi perombakan nama-nama kementerian dan lembaga secara signifikan.
Salah satu lembaga baru yang dibentuk di era Presiden Joko Widodo adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BRIN berisi dari sejumlah lembaga penelitian dan riset yang dilebur menjadi satu. Seperti LIPI, Batan, Lapan, dan BPPT. Selain itu unit eselon I di kementerian yang membidangi penelitian atau Balitbang, juga dimasukkan ke BRIN.
Lantas apakah di pemerintahan mendatang BRIN masih dipertahankan? Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberikan jawaban singkat. ’’Tanya ke Pak Prabowo dong,’’ kata Handoko, menjawab pertanyaan wartawan di kantornya pada Senin (30/9).
Pada kesempatan itu Handoko lebih banyak memaparkan soal pemanfaatan dana abadi penelitian yang selama ini dikelola oleh LPDP. Hasil pengelolaan dana abadi penelitian itu, dikucurkan kepada peneliti lewat berbagai skema yang dijalankan oleh BRIN.
Mantan Kepala LIPI itu mengatakan kucuran pendanaan dari hasil pengelolaan sudah mengalir sejak dua tahun terakhir. Rata-rata setiap tahun sekitar Rp 430 miliar. ’’Tahun depan akan bertambah lagi,’’ katanya.
Karena banyak kegiatan riset yang membutuhkan anggaran besar. Misalnya riset di bidang satelit dan keantariksaan. Kemudian juga riset di bidang nuklir untuk medis maupun industri dan energi. Kemudian kegiatan riset Genomik Nasional juga membutuhkan anggaran besar.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Fasilitas Riset LPDP Ayom Widipaminto mengatakan, saat ini anggaran pokok dana abadi penelitian mencapai Rp 12,9 triliun. Tahun depan diperkirakan ada penambahan sekitar Rp 5 triliun, sehingga menjadi Rp 17,9 triliun.
’’Yang digunakan imbal hasilnya, sekitar 5-6 persen per tahun,’’ katanya. Dia berharap semakin besar anggaran yang diserap untuk kegiatan riset atau inovasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
