
Oknum pembunuh Imam Masykur terdiri dari tiga orang TNI yaitu satu dari Paspampres dan dua orang lagi anggota TNI.
JawaPos.com – Paspampres kembali menjadi sorotan publik. Terbaru, seorang pemuda mengaku dibogem oleh salah satu anggota Paspampres yang mengamankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Jika ditelisik ke belakang, sorotan kepada Paspampres sudah terjadi beberapa kali. Salah satunya bahkan pernah membuat Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka murka.
Berikut 3 kasus Paspampres yang menyedot perhatian publik:
Baru-baru ini sedang ramai di media sosial peristiwa dugaan pemukulan oleh Paspampres kepada seorang pemuda. Akun @anonjawa membagikan video seorang pria yang meminta swafoto atau selfie dengan Jokowi.
Setelah berfoto, pria tersebut diduga dipukul oleh Paspampres. Pemuda tersebut terlihat meringis kesakitan.
Pihak Istana membantah telah terjadi pemukulan kepada warga oleh Paspampres. Istana berdalih pengamanan presiden tidak hanya melibatkan Paspampres. Melainkan ada anggota TNI dan Polri. Namun, Istana berjanji akan melakukan investigasi lanjutan guna memastikan peristiwa sesungguhnya.
Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Imam Masykur, warga Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh, dilaporkan meninggal dunia. Korban diculik dan dianiaya sejumlah oknum militer.
Akun media sosial X (dulu Twitter) @Aceh mengungkapkan, oknum pelaku terdiri atas 3 orang anggota TNI. Yaitu 1 dari Paspampres dan 2 orang lagi dari satuan Kopasus.
Setelah dilakukan penyelidikan, Pomdam Jaya Jayakarta menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah oknum Anggota Paspampres Praka Riswandi Manik (RM) dan dua prajurit TNI AD, Praka Heri Sandi serta Praka Jasmowir.
"Tersangkanya yang sudah diamankan 3 orang," kata Danpomdam Jaya, Kolonel Ckm Irsyad Hamdie Bey Anwar saat dihubungi, Senin (28/8).
Ketiganya pun dipastikan sudah dikenakan penahanan dalam kasus penculikan dan pembunuhan Imam Masykur. Kasus selanjutnya ditangani oleh Pomdam Jaya Jayakarta.
"Terduga saat ini sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk diambil keterangan dan kepentingan penyelidikan," kata Asintel Danpaspampres Kolonel Kav Herman Taryaman.
Kasus pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi. Para pelaku diduga mengharapkan uang tebusan dari aksi menculik Imam yang diduga menjual obat ilegal. "(Motifnya) yang tebusan," kata Irsyad.
Para pelaku meminta uang tebusan senilai Rp 50 juta sebagai syarat bebas. "Mereka minta 50 juta, tapi nggak dipenuhi kan. Akhirnya siksa terus," jelasnya.
Gibran Rakabuming Raka saat masih menjadi Wali Kota Solo murka kepada anggota Paspampres Hari Misbah, setelah kedapatan memukul sopir truk pasca insiden kecelakaan lalu lintas. Saat itu Hari sedang tidak bertugas menjaga keluarga presiden.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
