
BEM FISIP Unair dan Ikohi gelar peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (HAPPI) di FISIP Unair, 29-31 Agustus. (Istimewa)
JawaPos.com–Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (BEM FISIP Unair) dan Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) menggelar peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (HAPPI) di FISIP Unair, 29-31 Agustus.
Mereka berharap peringatan HAPPI akan terus mengingatkan orang, khususnya warga Kampus Unair, terhadap kasus kejahatan HAM penghilangan paksa yang menimpa dua mahasiswa Unair, Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah.
”Harapannya orang akan terus mengingat tragedi kemanusiaan tersebut. Khususnya warga Kampus Unair, baik itu dosen maupun mahasiswa, terutama mahasiswa seperti saya yang mengenal sosok dua mahasiswa Unair korban penghilangan paksa hanya dari berita dan literasi,” kata Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayyah di Surabaya, Jumat (30/8).
Herman Hendrawan adalah mahasiswa program studi Ilmu Politik FISIP angkatan 1990. Sedangkan Petrus Bima Anugerah merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi di fakultas yang sama, angkatan 1993. Pada Maret 1998, bersama beberapa orang, mereka menjadi korban penculikan tentara. Sampai saat ini nasib mereka tidak diketahui.
Peringatan HAPPI 2024 mengangkat tema Abadi dalam Memori, Menjaga Bara Api Reformasi. Selama tiga hari, peringatan diisi dengan pameran lukisan bertema kejahatan HAM karya seniman dan aktivis demokrasi Yayak Yatmaka dan pemutaran film Yang Tak Pernah Hilang.
Puncak peringatan berupa mimbar demokrasi yang menampilkan orasi kemanusiaan sejumlah dosen Unair seperti Hotman Siahaan, Airlangga Pribadi, dan Pinky Saptandari. Mimbar demokrasi juga dihangatkan lagu-lagu bertema kritik sosial yang ditampilkan kelompok musik Suar Marabahaya dan Lontar Band.
”Perupa Indonesia yang mendunia, Dolorosa Sinaga dan aktivis HAM Usman Hamid dari Amnesty Indonesia juga akan tampil, berorasi dan menyanyikan lagu-lagu bertema HAM,” jelas Tuffahati.
Sementara itu, Ketua Panitia HAPPI 2024 Andre Siswanto menjelaskan mengenai tema Abadi dalam Memori, Menjaga Bara Api Reformasi. Ada perjuangan yang belum selesai dalam konteks memorialisasi kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
”Salah satunya kasus penghilangan paksa terhadap Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah yang menjadi korban operasi penculikan oleh militer yang dipimpin seorang jenderal yang dalam Pemilu lalu terpilih sebagai presiden,” papar Andre.
Karena itu, peringatan HAPPI 2024 di Surabaya, membawa pesan penting untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap kasus penghilangan paksa. Sebagai memorialisasi untuk melawan lupa atas kejahatan kemanusiaan di masa lalu dan agar tragedi serupa tidak berulang kembali.
Menurut Andre, gerakan memoralisasi dapat membangun pengetahuan atau pembelajaran masa lalu. Kemudian menjadi jembatan untuk membangun peradaban yang lebih baik pada masa depan, dalam konteks penghormatan hak asasi manusia. Memorialisasi bisa berupa monumen, museum, penetapan hari besar peringatan peristiwa pelanggaran HAM, buku, film dan berbagai ekspresi kebudayaan.
”Saat ini kami sedang berjuang untuk bisa mendirikan monumen demokrasi di Unair, sebagai peringatan terhadap peristiwa pelanggaran HAM dan penghormatan atas martabat korban,” ungkap Andre Siswanto, aktivis yang akrab dipanggil Abeng itu.
Monumen yang dimaksud Andre adalah patung sepasang orang tua yang sedang memeluk bingkai foto, tetapi kosong tak ada fotonya. Patung karya Dolorosa Sinaga ini menggambarkan penderitaan dan kerinduan mendalam atas hilangnya anak atau anggota keluarga mereka.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
