Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 01.44 WIB

Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 di Unair, Sarat Pesan Memorialisasi

BEM FISIP Unair dan Ikohi gelar peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (HAPPI) di FISIP Unair, 29-31 Agustus. (Istimewa) - Image

BEM FISIP Unair dan Ikohi gelar peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (HAPPI) di FISIP Unair, 29-31 Agustus. (Istimewa)

JawaPos.com–Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (BEM FISIP Unair) dan Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) menggelar peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (HAPPI) di FISIP Unair, 29-31 Agustus.

Mereka berharap peringatan HAPPI akan terus mengingatkan orang, khususnya warga Kampus Unair, terhadap kasus kejahatan HAM penghilangan paksa yang menimpa dua mahasiswa Unair, Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah.

”Harapannya orang akan terus mengingat tragedi kemanusiaan tersebut. Khususnya warga Kampus Unair, baik itu dosen maupun mahasiswa, terutama mahasiswa seperti saya yang mengenal sosok dua mahasiswa Unair korban penghilangan paksa hanya dari berita dan literasi,” kata Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayyah di Surabaya, Jumat (30/8).

Herman Hendrawan adalah mahasiswa program studi Ilmu Politik FISIP angkatan 1990. Sedangkan Petrus Bima Anugerah merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi di fakultas yang sama, angkatan 1993. Pada Maret 1998, bersama beberapa orang, mereka menjadi korban penculikan tentara. Sampai saat ini nasib mereka tidak diketahui.

Peringatan HAPPI 2024 mengangkat tema Abadi dalam Memori, Menjaga Bara Api Reformasi. Selama tiga hari, peringatan diisi dengan pameran lukisan bertema kejahatan HAM karya seniman dan aktivis demokrasi Yayak Yatmaka dan pemutaran film Yang Tak Pernah Hilang.

Puncak peringatan berupa mimbar demokrasi yang menampilkan orasi kemanusiaan sejumlah dosen Unair seperti Hotman Siahaan, Airlangga Pribadi, dan Pinky Saptandari. Mimbar demokrasi juga dihangatkan lagu-lagu bertema kritik sosial yang ditampilkan kelompok musik Suar Marabahaya dan Lontar Band.

”Perupa Indonesia yang mendunia, Dolorosa Sinaga dan aktivis HAM Usman Hamid dari Amnesty Indonesia juga akan tampil, berorasi dan menyanyikan lagu-lagu bertema HAM,” jelas Tuffahati.

Sementara itu, Ketua Panitia HAPPI 2024 Andre Siswanto menjelaskan mengenai tema Abadi dalam Memori, Menjaga Bara Api Reformasi. Ada perjuangan yang belum selesai dalam konteks memorialisasi kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

”Salah satunya kasus penghilangan paksa terhadap Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah yang menjadi korban operasi penculikan oleh militer yang dipimpin seorang jenderal yang dalam Pemilu lalu terpilih sebagai presiden,” papar Andre.

Karena itu, peringatan HAPPI 2024 di Surabaya, membawa pesan penting untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap kasus penghilangan paksa. Sebagai memorialisasi untuk melawan lupa atas kejahatan kemanusiaan di masa lalu dan agar tragedi serupa tidak berulang kembali.

Menurut Andre, gerakan memoralisasi dapat membangun pengetahuan atau pembelajaran masa lalu. Kemudian menjadi jembatan untuk membangun peradaban yang lebih baik pada masa depan, dalam konteks penghormatan hak asasi manusia. Memorialisasi bisa berupa monumen, museum, penetapan hari besar peringatan peristiwa pelanggaran HAM, buku, film dan berbagai ekspresi kebudayaan.

”Saat ini kami sedang berjuang untuk bisa mendirikan monumen demokrasi di Unair, sebagai peringatan terhadap peristiwa pelanggaran HAM dan penghormatan atas martabat korban,” ungkap Andre Siswanto, aktivis yang akrab dipanggil Abeng itu.

Monumen yang dimaksud Andre adalah patung sepasang orang tua yang sedang memeluk bingkai foto, tetapi kosong tak ada fotonya. Patung karya Dolorosa Sinaga ini menggambarkan penderitaan dan kerinduan mendalam atas hilangnya anak atau anggota keluarga mereka.

Selain kerja bareng Ikohi dan BEM FISIP Unair, peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 juga diinisiasi beberapa lembaga. Antara lain Yayasan Kurawal, Yayasan Tifa, Yayasan Citakita, Perguruan Rakyat Merdeka, Komunitas Kawan Herman-Bimo, dan LPM Berdikari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore