Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 18.20 WIB

Antusias Sambut Kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta, Imam Besar Masjid Istiqlal Ungkap Kedekatan dengan Gereja Katolik

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam seminar nasional Agama dan Kemanusiaan di Unika Atma Jaya (28/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam seminar nasional Agama dan Kemanusiaan di Unika Atma Jaya (28/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemimpin besar gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Kehadiran Paus dengan nama lahir Jorge Mario Bergoglio itu tidak hanya diaambut antusias umat Katolik saja.

Imam Besar Masjid Istiqal Prof Nasaruddin Umar juga menyampaikan rasa antusias untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia. 

Menurut jadwal yang sudah ditetapkan, salah satu agenda Paus Fransiskus di Indonesia adalah berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Paus Fransiskus dijadwalkan hadir di Masjid Istiqlal pada Senin (5/9) mendatang. Paus kelahiran 17 Desember 1936 itu akan mengikuti kegiatan pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal. 

Nasaruddin mengatakan, Istiqlal siap menyambut keadatangan Paus Fransiskus. "Nanti akan ada penandatanganan (dokumen) di Istiqlal," kata Nasaruddin dalam Seminar Nasional Agama dan Kemanusiaan di Unika Atma Jaya pada Rabu (28/8). Seminar nasional itu juga digelar dalam rangka menyambut kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan kedekatannya dengan gereja Katolik. Dia mengaku bersyukur bisa bertetangga dengan gereja Katolik.

Seperti diketahui, lokasi Masjid Istiqlal hanya dipisah jalan dengan Gereja Katedral Jakarta. Bahkan, saat ini antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral dihubungkan dengan tunnel atau lorong bawah tanah. 

"Saya seminggu saja tidak ketemu dengan sahabat-sahabat Katolik (di Katedral) seperti ada yang hilang," kata mantan Wakil Menteri Agama itu.

Dia mengatakan, jika punya kuasa, ingin menyatukan Istiqlal dan Katedral dalam satu pelataran. Tanpa disekat atau dipisahkan jalan seperti sekarang. Namun, saat ini dia bersyukur sudah ada lorong penghubung antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. 

Seminar Nasional itu juga diisi dengan diskusi, yang salah satu panelisnya adalah cendekiawan kebhinekaan Sukidi Mulyadi. Kader Muhammadiyah itu mengatakan kehadiran Paus Fransiskus ke Indonesia menggambarkan upaya memperkokoh tali persaudaraan.

"Supata kita tidak tercerai berai," katanya. Sukidi mengatakan bahwa perbedaan adalah kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu, tidak bisa dilawan oleh manusia. 

Makna kedua dari kunjungan Paus Fransiskus adalah membawa pesan supaya manusia bisa mengenal satu sama lain. Baginya Paus Fransiskus memberikan keteladanan untuk mengenal semuanya. "Mengenal yang berbeda agama, etnis, suku, dan lainnya," lanjut Sukidi. 

Bagi Sukidi, Paus Fransiskus melihat kita semua sebagai manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama. Jadi kedatangan Paus Fransiskus membawa pesan kehormatan unat manusia adalah sama.

"Paus Fransiskus bilang, sekali anda menginjak-injak kehormatan orang lain, maka menginjak kehormatan sendiri," pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore