
Suasana jelang keberangkatan kereta cepat China Railway High-speed (CRH) di stasiun Qiqiharnan di kota Qiqihar, Tiongkok.
JawaPos.com - Sejak mulai dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023 lalu, jumlah penumpang Kereta Cepat atau Whoosh terus bertambah. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyebut bahwa berdasarkan data penumpang yang dirilis, jumlah penumpang Whoosh per hari pada tanggal 4 Juli mencapai 23.847 dan pada tanggal 5 Juli 2024 tembus 24.135 penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengklaim data penumpang itu sebagai cermin dari kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh. "Ini cerminan kepuasan masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh yang nyaman, cepat, dan efisien," ujar Eva dalam keterangan tertulis yang diterima.
Kereta Cepat Whoosh merupakan layanan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara dengan rute Jakarta-Bandung dan melayani empat stasiun, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Keberhasilan pengoperasian Whoosh tidak terlepas dari pelaksanaan project yang tepat waktu.
Baca Juga: Soroti Kebijakan 'Cleansing' Ratusan Guru Honorer, P2G: Mereka Syok, Ada yang Sehari Ngajar Langsung Diberhentikan
China Railway Group Limited (CREC), sebagaimana diketahui, adalah kontraktor utama dan sekaligus pemegang saham terbesar dalam konsorsium bersama Indonesia. Sebagai kontraktor utama dan investor mayoritas dalam konsorsium Tiongkok di proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, CREC berkontribusi membangun 57 kilometer dari keseluruhan lintasan, serta seluruh jalur listrik dan elektrifikasi kereta api cepat.
Stasiun Padalarang, saat ini tercatat sebagai salah satu stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi setelah Halim. Stasiun ini merupakan satu-satunya stasiun yang menunjuang transfer penumpang dari kereta KAI ke kereta cepat adalah salah satu bukti komitmen penyelesaian proyek tepat waktu oleh CREC. Stasiun kereta cepat Padalarang mulai dikerjakan intensif sejak CREC menerima penugasan pada 31 Oktober 2022. Dengan jadwal dan anggaran yang ketat, konstruksi stasiun Padalarang memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang lebih tinggi.
Kehadiran Stasiun Kereta Cepat Padalarang, selain memberi kemudahan akses transportasi juga membawa perubahan yang significant terhadap perkembangan wilayah sekitar. Berdasarkan pengamatan, stasiun Padalarang dan kawasan sekitarnya saat ini semakin menggeliat. Apalagi di masa libur sekolah seperti saat ini, aktivitas penumpang di stasiun Padalarang tampak meningkat. Ruang tunggu penumpang terlihat ramai dengan pengguna Whoosh.
Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini, Selasa 16 Juli 2024 untuk Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa kehadiran kereta cepat telah menempatkan Indonesia melaju sejajar dengan negara maju.
“Transformasi dan inovasi yang telah diupayakan, kini telah dinikmati manfaatnya secara nyata,” jelas Menhub. Kehadiran Whoosh sekaligus mengakhiri sejarah tidak adanya kereta cepat di Asia Tenggara dan membuka era baru transportasi kereta api di Indonesia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
