Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 23.18 WIB

Ingin Langgeng dan Minim Konflik, Perhatikan 3 Hal yang Membuat Pernikahan Jadi Lebih Berkualitas

Ilustrasi pernikahan yang berkualitas. - Image

Ilustrasi pernikahan yang berkualitas.

JawaPos.com - Setiap pasangan yang akan atau sudah menikah, pasti ingin hubungannya langgeng dan minim konflik.

Namun semua harapan itu perlu kesabaran, kekuatan, serta upaya yang kuat antara kedua individu baik pihak lelaki atau perempuan.

Melihat banyaknya kasus perceraian di Indonesia, terkadang setiap pasangan jadi khawatir menjalankan pernikahan.

Mulai dari takut diselingkuhi, ekonomi tidak stabil, mendapat mertua yang tak sesuai, atau hal lainnya.

Dikutip dari laman Artikel Psikologi Binus pada Sabtu (13/07) faktor penyebab runtuhnya pernikahan adalah tidak ada keharmonisan.

Alasan lainnya dari runtuhnya pernikahan adalah tidak ada tanggung jawab, ekonomi, gangguan dari pihak ketiga, cemburu, dan krisis akhlak.

Salah satu teori tentang stabilitas pernikahan menyatakan bahwa kualitas suatu pernikahan ditentukan oleh perubahan kepuasan setelah menikah yang dirasakan setiap pasangan.

Sementara kepuasan pernikahan ini merupakan hasil dari dinamika faktor-faktor bawaan pasangan, seperti kepribadian, proses adaptasi, gaya komunikasi, serta stres yang dialami.

Perlu disadari bahwa pasangan kita adalah manusia yang bersifat dinamis atau berubah setiap waktunya, maka untuk membangun kehidupan pernikahan yang langgeng dan minim konflik itu tidak mudah.

Dilansir dari laman Artikel Psikologi Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (13/07), perhatikan 3 hal yang membuat pernikahan menjadi lebih berkualitas, diantaranya :

1. Religiusitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan pasangan dengan tingkat religiusitasnya sama akan memberi pandangan pernikahan yang sama juga, sehingga memiliki visi dan misi bersama untuk membuat pernikahan lebih berkualitas.

Jiwa religiusitas akan memberikan pengajaran dan pedoman bagi pemeluknya, serta menyadari bahwa pernikahan bukan hanya bentuk pengabdian kepada manusia melainkan dengan Tuhan.

2. Komitmen

Dikutip dari laman Jurnal Universitas Sebelas Maret, komitmen pernikahan ketika seorang individu mengalami orientasi jangka panjang terhadap hubungan, termasuk keinginan untuk mempertahankan hubungan lebih baik atau buruk.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore