
M. Praswad Nugraha (M. Praswad untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin merosot. IM57+ Institute, organisasi mantan pegawai KPK, menilai bahwa merosotnya kepercayaan publik terhadap KPK karena ulah para pimpinannya yang melanggar etik dan terjerat pidana.
Ketua IM57+ Institute Praswad Nugraha menyatakan, pimpinan KPK ke depan harus yang mempunyai sosok luar biasa. Sehingga, mereka melakukan kerja yang juga luar biasa untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPK.
"Tanpa adanya Pimpinan KPK yang baik, maka akan semakin jauh visi tersebut akan tercapai," kata Praswad kepada wartawan, Minggu (7/7).
Menurut Praswad, rendahnya minat pendaftar akibat merosotnya kepercayaan publik terhadap KPK. Pansel KPK yang belum mendapatkan kepercayaan publik secara penuh, seharusnya dapat membalik presepsi dengan membuktikan bahwa akan dapat menghasilkan calon berintegritas.
"Salah satunya adalah melalui upaya yang tidak biasa, termasuk jemput bola dengan melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh yang dirasa dapat mendapatkan kepercayaan publik," papar Praswad.
Tentu dapat melihat sosok-sokok -mereka yang mempunyai rekam jejak baik, khususnya yang memang memiliki semangat pemberantasan korupsi.
"Indikatornya pun jelas, mulai dari tidak adanya kasus korupsi sampai dengan memiliki track record yang mampu melakukan transformasi kelembagaan," papar Prawad.
Dia tak mempermasalahkan Pansel ingin melakukan jemput bola untuk mencari Capim dan Dewas KPK yang berintegritas. "Artinya langkah jemput bola bukan diharamkan dan bahkan dengan kondisi saat ini yang minim pendaftar dan kepercayaan publik turun menjadi suatu kewajiban," tegasnya.
Praswad mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk memiliki kesempatan akhir dalam meninggalkan legacy baik atas karut marutnya KPK selama periode kepemimpinannya. "Apabila presiden tidak mendorong calon yang baik maka akan tercatat dalam sejarah menjadi presiden yang meninggalkan cerita buruk bagi pemverantasan korupsi," pungkas Praswad.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
