
Inspeksi teknis Shell Eco-marathon Asia-Pasifik dan Timur Tengah 2024 memutuskan lebih dari 60 tim dinyatakan lulus. (Istimewa)
JawaPos.com–Perhelatan Shell Eco-marathon Asia-Pasifik dan Timur Tengah 2024 telah menyelesaikan fase inspeksi teknis. Berdasar hasil inspeksi teknis yang superketat itu, lebih dari 60 tim dinyatakan lulus.
Selama inspeksi teknis, tim harus memenuhi serangkaian pemeriksaan untuk memenuhi syarat dalam berkompetisi di lintasan. Termasuk memeriksa aspek keselamatan. Berikutnya, tim yang lolos inspeksi teknis akan bertanding dalam dua kategori. Yaitu, prototype dan urban concept.
Urban concept merupakan kategori kendaraan yang paling menyerupai mobil penumpang secara visual dengan menggunakan empat roda dan didesain dengan spesifikasi layak jalan. Tim-tim yang mengikuti kategori itu ditantang untuk mengupayakan optimalisasi energi pada mobil yang juga memenuhi kebutuhan manusia. Salah satunya, kenyamanan pengemudi.
Setelah itu, peserta akan menggunakan salah satu dari tiga jenis bahan bakar. Yakni, baterai listrik, sel bahan bakar hidrogen, dan pembakaran internal atau internal combustion (bensin, etanol, dan/atau diesel).
Sementara itu, kategori prototype berfokus untuk menciptakan desain kendaraan masa depan. Tim yang mengikuti kompetisi pada kategori itu menciptakan kendaraan roda tiga yang ringan dan ultra-efisien yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi sumber energi yang inovatif.
Para peserta yang berpartisipasi, baik dalam kategori prototype maupun urban concept, sama-sama ditantang untuk menguji mobil di lintasan. Mobil tersebut harus menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar paling hemat.
Salah satu peserta kategori urban concept adalah LH-EV Fuel Cell dari Universitas Lac Hong. ”Mahasiswa dari Universitas Lac Hong memiliki minat untuk merancang dan memproduksi mobil yang hemat bahan bakar. Kami melihat hidrogen sebagai bahan bakar masa depan. Sebab, itu lebih ramah lingkungan, memiliki banyak kegunaan, dan lebih efisien sebagai sumber energi,” ujar manajer tim LH-EV Fuel Cell Truong Quoc Khanh.
”Tapi, masih banyak tantangan di Vietnam dalam hal teknologi, produksi, penyimpanan, dan transportasi. Itulah mengapa kami memilih kategori ini tahun ini. Kami ingin mendorong diri kami lebih jauh,” imbuh dia.
Di kategori prototype, ada tim Nakoela yang bersaing. ”Kami berhasil menciptakan desain kendaraan futuristik yang sesuai dengan pedoman teknis. Ini sangat menantang. Kami merancang kendaraan prototype menggunakan sumber energi bensin, serta mengandalkan desain badan mobil yang sangat aerodinamis, memiliki sistem propulsi, serta kelistrikan yang efisien sehingga menghasilkan angka kehematan yang tinggi,” ujar Arafa Maulana Abdillah, manager tim Nakoela.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
