
Ilustrasi: Proses inspeksi sebelum membeli mobil bekas. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bagi banyak orang Indonesia, membeli mobil pertama sering kali jadi simbol pencapaian hidup. Opsinya beragam, ada yang membeli secara baru, tak sedikit yang lebih memilih membeli bekas saja.
Namun di balik euforia itu, ada risiko yang kerap terabaikan. Survei internal Garasi.id mengungkap, lebih dari 75 persen pembeli mobil pertama di Indonesia tidak melakukan inspeksi teknis menyeluruh sebelum membeli mobil bekas.
Padahal, keputusan sederhana ini bisa berujung pada kerugian besar. Dalam tiga hingga enam bulan setelah pembelian, 42 persen pembeli melaporkan kerusakan pada sistem kaki-kaki dan suspensi, seperti sokbreker bocor, bunyi 'gluduk' di bawah mobil, hingga setir yang tidak stabil.
Sebanyak 38 persen mengaku harus mengeluarkan biaya perbaikan tak terduga, sementara 22 persen merasa tertipu karena harga mobil tidak sebanding dengan kondisinya.
Fenomena ini menunjukkan rendahnya kesadaran pembeli terhadap pentingnya pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli kendaraan bekas.
“Banyak pembeli pemula hanya melihat bodi yang kinclong atau interior yang bersih, padahal justru yang tak terlihat itulah yang menentukan layak tidaknya mobil digunakan,” ujar Ardyanto Alam, CEO Garasi.id melalui keterangannya.
Menurut Ardy, sistem suspensi menjadi salah satu komponen paling sering bermasalah namun jarang diperiksa secara mendalam.
“Kita nggak bisa menilai kondisi kaki-kaki mobil hanya dari permukaan. Kalau saat test drive terasa limbung, muncul bunyi ‘gluduk’, atau arah kemudi tidak lurus, itu indikasi sistem suspensi butuh perhatian serius,” jelasnya.
Selain itu, masalah utama dari ketidaktahuan pembeli bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tapi juga biaya yang muncul setelahnya.
Komponen seperti sokbreker, arm, dan bushing bisa menghabiskan biaya perbaikan hingga jutaan rupiah.
Bila ditambah kerusakan di sistem transmisi atau pendingin udara, angka itu bisa membengkak dua hingga tiga kali lipat.
“Kerusakan AC misalnya, sering dianggap sepele. Padahal, penggantian kompresor dan kondensor bisa menelan biaya besar. Pembeli harus memastikan AC langsung dingin tanpa bunyi mendesis atau aroma tak sedap, dan mengecek semua level blower untuk memastikan sirkulasi bekerja normal,” tambah Ardy.
Selain itu, pembeli disarankan menyalakan mesin dan memperhatikan suara serta getarannya. Mesin sehat biasanya memiliki suara halus dan putaran stabil. Untuk mobil manual, perpindahan gigi yang berat atau tersendat bisa menandakan kopling aus.
Sementara untuk mobil matik, hentakan atau jeda saat perpindahan transmisi bisa jadi tanda adanya masalah serius pada sistem girboks.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya literasi otomotif di kalangan masyarakat. Banyak calon pembeli mobil bekas tidak memiliki referensi teknis yang memadai, dan cenderung bergantung pada penjual atau teman yang dianggap 'mengerti mobil'.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
