
Proses pengosongan lahan untuk pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (3/7). (Dok. UIII)
JawaPos.com - Proses pengosongan lahan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) terus berlanjut. Pada tahap kali ini pengosongan menyasar sebanyak 278 bidang tanah. Pengosongan ini ditargetkan selesai dalam waktu lima hari.
Proses pengosongan ratusan persil lahan itu dimulai pada Selasa (2/7). Ratusan bidang tanah itu berada di area Pasar Kambing Jalan Ir H Juanda, Cisalak, Kota Depok.
Tim Hukum Kementerian Agama (Kemenag) Misrad menuturkan, pengosongan lahan bersertipikat atas nama Kemenag pada hari pertama ini berjalan cukup mudah. Pasalnya, pada umumnya penggarap telah menerima uang santunan dua bulan sebelumnya. Mereka juga telah mengosongkan lahan yang sebelumnya digarap masing-masing.
"Kurang lebih 60 persen dari lahan tersebut sudah dikosongkan oleh warga, sudah sebagian dibongkar kemudian tinggal kita bersihkan," katanya.
Misrad menuturkan, tim tinggal merobohkan bangunan-bangunan yang masih tersisa. Setelah itu dilakukan pemerataan dengan alat berat.
Kemenag bersama Tim Terpadu dari UIII, Satpol PP, TNI, Polri, Kecamatan, dan Kelurahan setempat bersama-sama menyisir lahan-lahan yang penggarapnya telah menerima uang santunan. Proses ini dilakukan dengan cukup hati-hati. Sebab, di antara lahan itu terdapat bangunan milik penggarap yang juga belum menerima santunan.
"Baik menunggu proses penilaian, maupun menunggu SK dari Provinsi Jawa Barat terkait besaran santunan yang akan diterima penggarap," jelasnya.
Misrad mengatakan dalam satu hari, minimal mereka harus mencapai kurang lebih 50-an bidang lahan. Untuk hari pertama target tercapai bahkan lebih.
"Karena hari ini (2/7) kan banyak bangunan yang sudah dibongkar jadi relatif lebih mudah," terangnya. Untuk mempercepat kinerja tim dalam pengosongan lahan, Misrad menghimbau kepada warga penggarap yang hari ini lahannya belum tersentuh alat berat dan masih belum dikosongkan untuk segera mengosongkan lahannya. Atau segera mencari tempat untuk pindah.
Selain itu, pihaknya juga tak segan menawarkan bantuan bagi warga yang kesulitan tenaga dalam melakukan pengosongan lahan. "Imbauan kami segera kepada warga yang sudah menerima uang santunan segera mengosongkan dan mencari tempat untuk pindah, kalau mereka kesulitan dalam mengerjakan, kami siapkan tenaga untuk membantu," pungkasnya.
Sebagai informasi, pengosongan lahan ini merupakan bagian dari penanganan dampak sosial kemasyarakatan penyediaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) UIII. Pengosongan lahan kali ini merupakan tahap pertama dari tiga tahap yang akan dilaksanakan tahun 2024. Direncanakan semua pengosongan lahan UIII, akan selesai di bulan September 2024. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
