
FORUM AIR DUNIA: Presiden Jokowi bersama para delegasi di sela World Water Forum, Denpasar, kemarin (20/5).
JawaPos.com - Danau Biwa di Prefektur Shiga tidak saja merupakan danau terbesar penarik wisatawan untuk berkunjung ke Negeri Matahari Terbit, Jepang, melainkan juga sebagai sumber air yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah Kyoto dan Osaka.
Danau seluas 670 km2 yang kaya beragam spesies flora dan fauna endemik itu terbentuk sejak 4 juta tahun lampau, sehingga kaya dengan cerita dan legenda yang sangat atraktif.
Pemerintah Jepang sadar benar akan potensi Danau Biwa, hingga mengoptimalkan pemanfaatan atas danau tersebut untuk kepentingan yang lebih luas dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
Hal itulah yang kemudian mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil banyak pelajaran penting dari keberhasilan Negeri Sakura itu dalam mengelola Danau Biwa.
Bangsa ini memang perlu banyak belajar dari negara lain terkait pengelolaan danau, mengingat Indonesia sendiri banyak memiliki danau yang sejatinya menjadi penopang ekosistem kehidupan di wilayah sekitarnya secara alamiah.
Rencana kolaborasi dengan Jepang untuk sharing best practice mengenai pengelolaan danau pun menjadi patut diapresiasi dan jika memungkinkan mendesak untuk segera diwujudkan.
Harapan baik terkait manajemen danau yang lebih efektif itu bisa diterapkan di Indonesia sebagai oleh-oleh konkret dari ketuanrumahan Indonesia dalam ajang World Water Forum ke-10 di Bali.
Sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dyah Murtiningsih, Pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Jepang dalam mengelola danau.
Rencana tindak lanjut itu juga sebagai salah satu poin yang dibahas dalam sesi pertemuan bertajuk "Urgent Call to Save our Lakes" pada ajang "World Water Forum" (WWF) Ke-10 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Hari danau
Danau memang kerap kali luput dari fokus pembahasan, bahkan bisa dibilang jarang diangkat dalam forum-forum internasional, padahal semua sepakat peran danau sangat vital bagi kelangsungan kehidupan.
Bahkan, ada negara-negara dengan jumlah danau terbanyak, seperti Kanada, yang kemudian menggantungkan ekonomi hampir sepenuhnya kepada danau-danau yang mereka miliki.
Oleh karena itu, perhatian untuk mengelola danau secara berkelanjutan, sudah saatnya diserukan di tingkat global, di tengah ancaman krisis air, krisis pangan, dan krisis energi.
Fakta inilah yang menjadi salah satu alasan bagi Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan Hari Danau Sedunia kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan memanfaatkan momentum World Water Forum 2024.
Seiring dengan pengusulan Hari Danau Sedunia, ada pendirian center of excellenceuntuk ketahanan air dan iklim, dan isu pengelolaan sumber daya air secara terpadu pada pulau-pulau kecil.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
