
Cuaca panas saat siang hari bisa membuat jamaah haji dehidrasi dan kehabisan stamina./Kemenag via Jawa Pos
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan memberi sejumlah imbauan bagi jamaah calon haji selama beribadah di Tanah Suci demi kebugaran dan kesehatan mereka.
Salah satu imbauannya adalah meminum obat secara rutin, apalagi cuaca di Arab Saudi sedang panas. Namun, hal itu terutama berlaku bagi jamaah yang memiliki penyakit tertentu.
Dalam pernyataannya, Kepala Puskes Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo menyebutkan bahwa pihaknya secara rutin terus memonitor kesehatan para calon haji yang memiliki riwayat penyakit (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.
Kemenkes akan melakukan pengecekan tensi darah secara rutin, dan juga meminta para jamaah dengan komorbid untuk terus minum obat secara teratur.
“Jadi, kami anjurkan sejak saat menjelang berangkat. Kami sudah sampaikan semua ke petugas kesehatan, pokoknya jangan lupa jamaah yang sudah rutin minum obat untuk membawa obat rutinnya selama kebutuhan 40 hari di Tanah Suci,” kata Liliek, Rabu (22/5) seperti dikutip dari Antara.
Menurut Liliek, minum obat teratur diharapkan dapat mengendalikan penyakit-penyakit komorbid tersebut.
Kemenkes juga tetap menyediakan obat dan perbekalan kesehatan selama di sana untuk berjaga-jaga jika ada jamaah dengan riwayat penyakit lupa membawa obat-obatannya.
Rinciannya, sebanyak 2.872 koli untuk obat, serta alat kesehatan habis pakai sebanyak 1.826 koli. Totalnya, 4.710 koli atau seberat 62,3 ton dibawa dari Indonesia.
Meski begitu, para jamaah tetap ditekankan untuk membawa obat sendiri atau sesuai yang selama ini mereka minum, karena obat-obatan yang dibawa Kemenkes belum tentu juga cocok untuk jamaah.
Sedangkan imbauan bagi seluruh jamaah calon haji, pihaknya juga mengingatkan agar tidak lupa makan dan minum secara teratur.
Meskipun nantinya di Tanah Suci para jamaah akan dihadapkan dengan banyak aktivitas, Liliek tetap mengingatkan agar mereka jangan lupa makan dan minum.
Untuk berjaga-jaga agar tidak lupa, maka jamaah dianjurkan membawa bekal untuk makan dan minum di jalan, namun diusahakan bukan makanan berat.
“Kalau aktivitas berkepanjangan di luar, makanan itu tersedia di hotel, bukan di luar. Ada katering di hotel. Nah, orang yang sudah pernah atau sering ke sana pasti banyak membawa bekal, bawa kurma,” imbuhnya.
Selain itu, dia mengatakan, istirahat yang cukup juga penting agar bisa tetap melakukan ibadah dengan bugar.
Kemenkes juga mengimbau jamaah menyesuaikan diri dengan cuaca panas di Arab Saudi, karena suhunya bisa mencapai 41 derajat celsius.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
