
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
JawaPos.com - Pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) Jatim dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jatim belum dibuka. Namun, teka-teki siapa yang akan bertarung dalam kontestasi mulai terpetakan.
Khofifah Indar Parawansa masih jadi kandidat kuat calon gubernur. Meski begitu, bukan berarti Khofifah bakal melenggang tanpa lawan. PKB menjadi salah satu parpol yang dikabarkan mengusung calon gubernur sendiri. Kepercayaan diri muncul seusai partai itu meraih 27 kursi DPRD Jatim pada Pileg 2024.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, jago PKB untuk maju pilgub Jatim masih dibahas. Dalam memberi rekomendasi, kata Cak Imin, partainya tetap memakai skema penjaringan. ’’Kalau beliau (Khofifah, Red) mendaftar, tentu kami sambut baik,’’ katanya.
Bendahara PKB Jatim Fauzan menambahkan, partainya sedang menginventarisasi tokoh yang berpeluang menang di Pilgub Jatim 2024. Fauzan mengisyaratkan partainya bakal memberi kejutan. ’’Kita tunggu saja,’’ ucapnya.
Jika penantangnya masih abu-abu, pendamping Khofifah nanti juga belum bisa dipastikan. Khofifah mengaku nyaman dengan Emil Dardak dan ingin berduet lagi. Kenyataannya, banyak parpol yang belum menyetujui.
Ada empat parpol yang telah memberikan rekomendasi resmi kepada Khofifah. Dari keempatnya, baru Demokrat yang secara tegas mengusung duet Khofifah-Emil. Tiga parpol lainnya masih ogah-ogahan. Bahkan, parpol kompak menyodorkan nama-nama kadernya untuk mendampingi Khofifah. Sehingga muncul beberapa nama yang cukup kuat untuk menduduki kursi Jatim 2. Seperti Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad dan Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji.
Khofifah sempat merespons penolakan atas Emil. Dia kembali menegaskan jika nyaman dengan Emil. Meskipun tetap ada potensi berpasangan dengan figur lain. ’’Di politik segala kemungkinan bisa terjadi. Tapi, dengan Mas Emil sudah terbukti,’’ katanya.
Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Pribadi menilai ada partai yang belum sepenuhnya menerima Emil. Dia menyebut hal itu wajar. Terutama partai yang meraih banyak kursi. ’’Tidak hanya penantang. Siapa yang mendampingi Khofifah ini juga membuat orang penasaran,’’ ujarnya.
Wajar jika kursi "Jatim 2" diperebutkan. Sebab, masa masa jabatan Khofifah tinggal satu periode. Wakilnya memiliki peluang lebih besar untuk naik sebagai gubernur.
Sementara itu, pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo menilai isu cawagub pendamping Khofifah harus segera dikomunikasikan oleh para partai koalisi pengusung. Faktor terpenting yang harus dipertimbangkan adalah kenyamanan Khofifah. Sebab, itu berhubungan langsung dengan produktivitas dalam masa kontestasi pilgub dan jika terpilih nantinya. ’’Faktor yang tak kalah penting adalah respons masyarakat sebagai pemilih. Siapa sosok yang kiranya diterima dengan baik,’’ ujar Suko. (hen/kkn/c18/ttg)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
