Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 April 2024 | 00.22 WIB

Luhut Ajak Menlu Tiongkok ke Labuan Bajo Bahas Kereta Cepat Jakarta-Surabaya sambil Makan Durian

Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengajak Menlu Tiongkok Wang Yi menikmati keindahan Labuan Bajo

 
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membahas kelanjutan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.
 
 
Mega Proyek Kereta Cepat ke Surabaya itu menjadi salah satu bahasan saat Luhut mengajak Menlu Tiongkok dan rombongannya ke Kawasan Wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (18/4).
 
Luhut sengaja mengajak Menlu Tiongkok ke Labuan Bajo. Menurutnya, ia memang sudah berniat mengajak Menlu Negeri Tirai Bambu untuk menikmati hamparan keindahan alam di Indonesia.
 
"Labuan Bajo menjadi destinasi berikutnya yang saya pilih untuk menyambut HE.Wang Yi, sahabat saya yang juga Menteri Luar Negeri Tiongkok. Saya memang ingin menjamu H.E. Wang dengan mengajaknya menikmati hamparan keindahan alam Indonesia, selain Toba dan Bali yang pernah beliau kunjungi beberapa tahun lalu," kata Luhut seperti dikutip dalam Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Sabtu (20/4).
 
Melalui sejumlah foto yang diunggah, Luhut dan Wang Yi tampak menikmati suasana tenang dari Sunset Diplomacy Meeting dengan pemandangan senja tepi pantai, disertai siluet pulau-pulau kecil.
 
Kedatangan Menlu Tiongkok ke Indonesia tak lain merupakan bagian dari rangkaian acara Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama keempat Indonesia-China (HDCM). Luhut menyebut dalam pertemuan itu, dirinya turut menyajikan durian yang menjadi buah kesukaan Menlu Tiongkok. 
 
"Sambil menyajikan durian yang menjadi buah kesukaan sahabat saya ini, kadang kami membicarakan hal-hal serius seperti kelanjutan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Juga rencana proyek penanaman padi di kawasan Food Estate Kalimantan Tengah dan pengembangan TSTH di Toba, hingga rencana pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung," jelas Luhut.
 
"Tak jarang juga kami membahas hal-hal ringan seperti bagaimana kesamaan akan prinsip saling terbuka, juga keanekaragaman budaya yang Indonesia dan Tiongkok miliki, mampu mendekatkan hubungan bilateral antara kedua negara sahabat ini," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Luhut mengatakan sebagai bangsa yang punya kekayaan budaya di Asia, Indonesia dan Tiongkok sepakat bahwa hubungan antar negara harus punya semangat yang sama dalam keterbukaan. Baik itu terkait komunikasi dan dialog maupun transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
 
"Dengan keterbukaan maka kita akan mencari persamaan dan mengesampingkan perbedaan, agar tercipta rasa saling mendukung dan bekerjasama, sehingga peradaban yang maju bukan hanya tercipta dan dinikmati oleh Indonesia dan Tiongkok saja tetapi juga untuk seluruh negara di dunia," urainya. (*)
 
 
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore