Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 April 2023 | 10.17 WIB

SMK Pusat Keunggulan Tuai Sukses, Mampu Tembus Indonesia Fashion Week 2023

Kompetensi siswa SMKN 2 Gorontalo kian meningkat dan sesuai kebutuhan industri usai mengikuti program SMK-PK. - Image

Kompetensi siswa SMKN 2 Gorontalo kian meningkat dan sesuai kebutuhan industri usai mengikuti program SMK-PK.

JawaPos.com-Perkawinan dunia industri dengan sekolah melalui program SMK Pusat Keunggulan (PK) menuai banyak kesuksesan. Kurikulum yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri terbukti membuat lulusan lebih diminati. Keterserapan lulusan yang meningkat diamini oleh

Menurutnya, usai lolos mengikuti program SKM-PK, keterserapan lulusan SMKN 2 Gorontalo naik nyaris 100 persen. ”Keterserapan lulusan mencapai 33 persen di 2021 setelah mengikuti SMK-PK 2020. Sebelumnya hanya sekitar 17 persen,” ujarnya dalam acara press tour Kemendikbudristek di Gorontalo baru-baru ini.

Diakuinya, perkawinan dengan industri membawa dampak besar bagi sekolah dan siswa. Penyusunan kurikulum yang dibuat bersama membuat kompetensi siswa betul-betul sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Belum lagi adanya bengkel industri yang memungkinkan apa yang dikerjakan di perusahaan/pabrik juga dilaksanakan di sekolah.

Selain itu, dengan pendanaan yang diberikan oleh industri dan Kemendikbud, sejumlah bengkel/ruang praktek siswa telah diperbarui. Alat-alat yang digunakan sudah berstandar industri.

Tak hanya berfokus pada siswa, guru-guru juga dibina melalui magang bersertifikat. Guru wajib tahu apa yang sedang berkembang di dunia industri. Sehingga, bahan ajar bisa lebih relevan dengan kebutuhan terbaru di dunia industri. ”Ada pula guru tamu dari industri. Jadi kompetensi siswa dan guru diupgrade lagi,” ungkapnya.

Saat ini, SMKN 2 Gorontalo sudah bekerja sama dengan 103 industri dan UMKM. Para pengusaha tersebut tak hanya berasal dari Gorontalo saja, tapi juga Manado dan Makassar.

Bukan hanya lulusan, menurut dia, para siswa pun sudah mulai dilirik oleh industri yang ada di sana. Siswa jurusan perhotelan misalnya. Ketika high season tak jarang diminta untuk part time di hotel-hotel besar. Gajinya pun disesuaikan dengan para pekerja part time pada umumnya. ”Busana dan kuliner juga sudah dapat orderan dan direkrut,” tuturnya.

Dari jurusan busana, siswa kelas XI Fachril Djou (16) berhasil menembus ajang bergengsi Indonesia Fashion Week 2023. Diakuinya, awalnya ia tak memiliki pengetahuan apapun mengenai fashion. Hingga akhirnya ditempa di sekolah dan ikut serta pada ajang pameran busana kenamaan di Indonesia. ”Saya masuk ke sini, saya diajarkan banyak hal. Dalam waktu satu setengah tahun, siapa sangka, saya bisa tampil di Indonesia Fashion Week 2023 sebagai peserta termuda,” paparnya.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Fachril membawa 10 desain karyanya. Mengandalkan cuttingan crop top dan bertumpuk, Fachril sukses mengeluarkan aura kekinian ala anak muda. Dipadukan sentuhan tenun Karawo, tenun khas Gorontalo, membuatnya tampak eksotis Untuk warna, ia bermain di warna-warna earth tone. Hijau, Coklat, dan Terracota yang dikawinkan menjadi paduan yang kalem tapi tetap semangat. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore