Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Maret 2024 | 23.22 WIB

Jawa Timur Wilayah Terbanyak Perlintasan Sebidang Kereta, Jadi Tantangan Selama Mudik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Progress Rail, anak perusahaan Caterpillar yang berasal dari Amerika Serikat. (Dok KAI) - Image

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Progress Rail, anak perusahaan Caterpillar yang berasal dari Amerika Serikat. (Dok KAI)

 
JawaPos.com - Perlintasan kereta api sebidang menjadi salah satu titik yang diantisipasi betul oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri selama periode mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Sebab, lokasi ini bisa menimbulkan kemacetan panjang.
 
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso mengatakan, ada beberapa perlintasan sebidang di Jawa Barat, Banten, Palembang, Lampung. Bahkan, beberapa di antaranya tanpa dilengkapi palang pintu. Wilayah, Jawa Timur menjadi penyumbang terbanyak.
 
"Jawa Timur paling banyak ada 90 lebih, di Banten ada, Jawa Barat juga ada, Jawa Tengah juga ada, termasuk Yogyakarta juga ada. Itu perlu diantisipasi terutama kecelakan lalu lintas dan kemacetan" kata Slamet kepada wartawan, Kamis (7/3).
 
 
Slamet mengatakan, khusus di Palembang yang perlu diperhatikan adalah perjalanan kereta api batu bara rangkaian panjang. Dengan waktu melintas yang lama, maka harus diantisipasi dampak kemacetan yang timbul. 
 
"Betul-betul dihitung, begitu sekali tutup bisa satu jam berhenti. Itu kan matiin mesin. Dihitung panjang mobil katakan 2,5 meter kali berapa waktu sudah berapa kilo panjangnya. Itu perlu diantisipasi," jelasnya.
 
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terbit selama berkendara. Mereka harus mengikuti arahan petugas di lapangan.
 
"Selama itu tidak antrean. Antrean kendaraan tidak menerobos pasti akan lancar dengan pengaturan-pengaturan di sepanjang perlintasan sebidang, selama dia tidak menerobos tidak melanggar. Kalau melanggar akan terjadi stag tapi kalau dia tertib kita beri barikade sepanjang jalan perlintasan sebidang itu itu akan lancar," pungkas Slamet.
 
Diketahui, Korlantas Polri telah bersiap diri melalukan pengamanan mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Diprediksi jumlah pemudik tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnnya.
 
Untuk itu, Polri akan melakukan rekayasa lalu lintas disejumlah ruas jalan. Kebijakan ini dilakukan guna mengurai kemacetan akibat melonjaknya jumlah kendaraan.
 
"Pengalihan arus lalin bersifat situasional, dinamis yang dijadwalkan kurang lebih mulai pada 5 April 2024," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Kamis (7/3).
 
Korlantas Polri juga telah meneken Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan beberapa stakeholder terkait. Telah diputuskan juga rekayasa lalu lintas yang diterapkan berupa contraflow, one way, dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu 3.
 
"Sistem contraflow diberlakukan mulai dari KM 36, sedangkan sistem one way diterapkan mulai dari KM 72 tol Cipali sampai dengan KM 414 tol Kalikangkung," jelasnya.
 
Kebijakan yang dibuat berkaca dari jumlah pemudik tahun 2023 mencapai 123 juta orang. Tahun ini diprediksi jumlah tersebut meningkat. Sehingga butuh pengamanan ekstra.
 
"Sedangkan dipergerakan hasil prediksi dan analisa tahun ini kemungkinan akan bertambah 5-6 persen atau kurleb di angka 136 juta masyarakat. Tentunya kesiapan ini akan lebih dipersiapkan oleh Polri melalui Korlantas dan stakeholder terkait," pungkas Trunoyudo. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore