Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 14.22 WIB

Waspadai Potensi Inflasi di Bulan Ramadhan, BPS Sebut Komoditas Pangan Rawan Terjadi Kenaikan Harga, Berikut Faktanya

Harga ayam potong juga mengalami kenaikan  yang sebelumnya Rp30 ribu perkilogam, kini melonjak menjadi Rp38 per kilogramnya. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Harga ayam potong juga mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp30 ribu perkilogam, kini melonjak menjadi Rp38 per kilogramnya. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com – Menjelang datangnya bulan Ramadhan, Badan Pusat Statistik (BPS) menghimbau para pihak terkait untuk mewaspadai potensi terjadinya inflasi.

Sebab, berdasarkan data historis umumnya terjadi kenaikan harga di momen itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah di Jakarta, pada hari Jumat (1/3) kemarin.

Ia menyebutkan bahwa komoditas pangan biasanya banyak menyumbang inflasi pada bulan Ramadhan.

“Dari data historis perkembangan inflasi, pada momen bulan Ramadhan selalu terjadi inflasi,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa data historis inflasi pada komoditas pangan itu seperti pada daging ayam ras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen pada bulan April 2021.

Lalu, pada bulan April 2022 sebesar 0,09 persen, dan pada bulan Maret 2023 sebesar 0,01 persen.

Komoditas pangan berikutnya yang tercatat selalu mengalami inflasi di momen Ramadhan adalah minyak goreng.

Ia menyebutkan bahwa minyak goreng tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen dan 0,19 persen pada bulan April 2021 dan April 2022.

Komoditas pangan lainnya adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen pada bulan Maret 2023.

Kemudian komoditas telur ayam ras dengan andil 0,02 persen serta ayam hidup, daging sapi, dan gula pasir masing-masing punya andil kontribusi inflasi sebesar 0,01 persen di bulan April 2022.

Sementara itu, menurutnya sejauh ini hingga bulan Februari, komoditas pangan menjadi faktor penyebab inflasi di tahun 2024.

Inflasi bulanan Februari tercatat sebesar 0,37 persen dengan inflasi harga bergejolak (volatile food) sebesar 1,53 persen.

Data inflasi itu memberikan andil lebih tinggi (0,25 persen) dibandingkan komponen lain yaitu inflasi inti (0,09) dan inflasi harga diatur pemerintah (0,03 persen).

Hingga bulan Februari kemarin, komoditas beras menjadi penyumbang utama inflasi dengan menyumbang 0,21 persen dan kenaikan harga beras terjadi di 37 provinsi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore